Hari Baik Menurut Hindu Bali 17 Maret 2026, Baik Menanam Sirih

- Pada 17 Maret 2026, kala gumarang turun dianggap hari baik untuk menanam sirih dan tembakau, namun tidak disarankan membuat bibit.
- Hari Agni agung doyan basmi cocok untuk membakar gerabah atau bata, tetapi tidak baik untuk membangun rumah karena sifatnya panas.
- Taliwangke menjadi hari baik memperbaiki pagar dan tali pengikat padi, sementara kegiatan menenun atau membuat tali ternak sebaiknya dihindari.
Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital yang akan menemani harimu. Ramalan pada Selasa, 17 Maret 2026 ada yang disebut dengan kala gumarang turun adalah hari baik untuk menanam sirih dan tembakau. Namun, tidak baik untuk pembuatan bibit.
Sementara itu, carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
Hari baik untuk membakar gerabah

Agni agung doyan basmi merupakan hari baik untuk mulai membakar bata, genteng, gerabah, keramik, tembikar, dan lain-lain. Namun, pada hari yang bersifat panas ini, tidak baik membangun rumah, terutama tidak baik mengatapi rumah karena mudah terbakar.
Dirgahayu adalah hari baik untuk mulai belajar.
Hari baik untuk membuat alat-alat runcing

Kala sudangastra adalah hari baik untuk membuat alat-alat yang runcing. Gagak anungsang pati merupakan hari yang tidak baik melakukan upacara membakar mayat maupun atiwa-tiwa.
Sementara itu, panca prawani merupakan hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu. Purwani adalah hari yang tidak baik dipakai dewasa.
Hari baik untuk memperbaiki pagar

Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, dan membuat tali pengikat padi atau benda-benda mati.
Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun dan membuat tali ternak. Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Manggih Suka, Pratiti: Awidya.


















