Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Suhu di Denpasar Dingin, Berlangsung Sampai Agustus

Penyebab Suhu di Denpasar Dingin, Berlangsung Sampai Agustus
IDN Times/Dwi Agustiar
Share Article

Denpasar, IDN Times - Beberapa hari terakhir suhu udara di Kota Denpasar dan sekitarnya relatif dingin. Meski di beberapa daerah ada yang dinginnya hingga 0 derajat celcius hingga minus sembilan derajat celcius, namun dalam catatan Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, suhu di Denpasar mencapai 20 derajat celcius.

1. Jangan khawatir. Fenomena ini dipengaruhi oleh monsun Australia

shutterstock.com/dean drobot
shutterstock.com/dean drobot

Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Wirata, menjelaskan fenomena ini terjadi setiap tahun dan tak perlu ada yang dikhawatirkan. Penyebabnya adalah adanya angin monsun Australia. Jadi, ada aliran massa udara dingin dan kering dari Australia yang terbawa ke Indonesia.

"Pada dasarnya memang beberapa hari terakhir ini suhunya relatif dingin. Yang mana saat ini ada fenomena bertiupnya angin monsun Australia. yang mana sekarang sedang bertiup kencang dan membawa udara dingin otomatis wilayah yang dilaluinya menjadi dingin," kata dia saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (26/6).

2. Matahari sedang berada di belahan utara

IDN Times/Hisyamudin Keleten Kelin
IDN Times/Hisyamudin Keleten Kelin

Ia menjelaskan, angin monsun Autralia tersebut berdampak ke beberapa wilayah Indonesia. Utamanya adalah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Penyebab lainnya adalah saat ini posisi matahari berada di utara ekuator. Jadi, daerah selatan yang termasuk Indonesia tidak mendapat panas maksimal. Posisi matahari ini terjadi sejak awal Juni 2019.

Sementara pantauan dari BMKG, suhu terendah saat ini terutama pada malam hari di kisaram 20 derajat celcius. Sementara suhu maksimalnya di kisaran 32 derajat celcius. Adapun sebelumnya udara minimum ada di kisaran angka 23 derajat celcius dan maksimum 34 derajat celcius.

3. Akan berlangsung hingga Agustus

Dok. Aryadi Darwanto
Dok. Aryadi Darwanto

Ia melanjutkan, fenomena ini akan berlangsung hingga menjelang musim kemarau atau sekitar bulan Agustus 2019. Pada saat itu, suhu akan kembali normal dan berkurang dinginnya.

"Biasanya pada saat menjelang musim kemarau atau Agustus. Berkurang dinginnya," katanya.

4. Musiman sering terjadi tiap tahun. Tetap jaga kesehatan ya

Pexels/Daria Shevtsova
Pexels/Daria Shevtsova

Untuk itu, saran kepada masyarakat adalah agar menjaga kesehatannya. Bisa dengan menambah konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya agar tak sakit. Kepada maayarakat juga tak perlu khawatir karena fenomena ini berlangsung tiap tahun.

"Tak perlu ada yang dikhawatirkan karena fenomena biasa, yakni dari musim penghujan ke kemarau," jelasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Imam Rosidin
EditorImam Rosidin

Latest News Bali

See More

3 Jenis Hari Raya Galungan di Bali dan Perbedaannya

11 Jun 2026, 18:30 WIBNews