Comscore Tracker

Penting Gak Sih Masker di Tengah COVID-19? Begini Reaksi Siswi Tabanan

Menurutmu penting gak sih pakai masker?

Tabanan, IDN Times - Saat ini pemerintah sudah mulai tegas akan  menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak memakai masker ketika keluar rumah. Melihat hal itu apakah masyarakat, khususnya generasi millennials dan gen Z, tahu fungsi pemakaian masker? Berikut hasil wawancara IDN Times di Tabanan:

1. Pelajar SMA tahu bahwa masker dapat mencegah infeksi dan penularan COVID-19

Penting Gak Sih Masker di Tengah COVID-19? Begini Reaksi Siswi TabananProtokol pelaksanaan disinfeksi di RSUD Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Menurut siswi kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tabanan, Ayu Komang Amanda Gunawan, pemakaian masker selama pandemik sangatlah penting.

"Dari informasi yang saya ketahui, berdasarkan riset dikatakan bahwa dengan menggunakan masker dapat mencegah penyebaran virus corona secara signifikan," kata Amanda. 

Hal yang sama juga dipaparkan oleh Ni Putu Lidya Pramesti. Menurut siswi kelas XII SMAN 1 Tabanan ini, pakai masker dapat mencegah infeksi dan penyebaran COVID-19. Namun ia berpendapat ada hal yang harus diperhatikan lagi oleh masyarakat. Yaitu pemakaian masker yang benar.

"Rata-rata masyarakat masih melakukan kesalahan dalam menggunakan masker. Misalnya masker tidak menutupi hidung. Sering memegang masker di area yang tidak seharusnya, dan memakainya lebih dari empat jam," jelasnya.

Lidya berharap harus ada sosialisasi secara intens kepada masyarakat mengenai tata cara pemakaian masker yang benar.

Baca Juga: Cara Membuat Face Shield Sendiri, Bahannya Gampang Dicari

2. Lidya dan Amanda memilih masker sesuai fungsinya. Mereka bahkan sudah terbiasa memakai masker sebelum pandemik

Penting Gak Sih Masker di Tengah COVID-19? Begini Reaksi Siswi TabananContoh masker yang akan diproduksi sendiri di Tabanan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Lidya menilai, masker yang dijual di apotek memiliki izin produksi. Sehingga dirasa aman ketika dipakai.

"Tetapi tidak jarang masker jenis ini habis. Karena itu sekarang banyak masyarakat yang memproduksi masker dan menjadikannya peluang bisnis," ungkapnya.

Dengan banyaknya pilihan masker yang diproduksi oleh masyarakat, Lidya punya kriteria sendiri untuk membelinya.

"Saya pilih dari tingkat ketebalannya. Untuk urusan fashion itu nomor terakhir, sebagai nilai plus saja," kata Lidya.

Apakah dia merasa ribet jika memakai masker ketika ke luar rumah? Lidya mengaku biasa melakukannya. Sebab sebelum pandemik, ia sudah sering memakai masker setiap kali keluar rumah dengan tujuan untuk menghindari debu di jalan.

Amanda juga mengungkapkan hal yang sama. Ia bahkan memakai masker di luar rumah sebelum adanya pandemik.

"Biasa saja pakai masker ke luar rumah karena dari dulu sudah sering pakai," jelas Amanda.

Berbeda dari Lidya. Amanda cenderung memilih masker kain berbahan katun.

"Karena masker bedah yang biasa dijual di apotek lebih dibutuhkan petugas medis. Saya pilih masker kain dari katun. Syarat lainnya harus menutupi keseluruhan daerah hidung sampai dagu," katanya.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Penularan COVID-19 Lewat Airbone dalam Ruangan

3. Untuk mencegah penularan virus lewat airbone, dokter Suratmika menyarankan untuk memakai masker yang dilapisi oleh tisu

Penting Gak Sih Masker di Tengah COVID-19? Begini Reaksi Siswi TabananSimulasi kesiapan DTW Tanah Lot sambut Tabanan Aman dan Produktif (Dok.IDN Times/HumasTabanan)

Setelah mendapat tekanan dari ratusan ilmuwan dari berbagai negara, WHO kini telah membuat pernyataan resmi, bahwa penularan COVID-19 tidak hanya melalui droplet saja. Tetapi juga melalui airbone atau udara. Sehingga pemakaian masker jauh lebih penting lagi, ditambah menjaga jarak ketika berada di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, lalu memberikan saran untuk masyarakat yang hendak keluar rumah agar terlindung dari virus corona.

"Karena sudah ada penelitian dan terbukti virus ini menular lewat airbone, maka jika masker lapisannya tipis, bisa dengan memakainya double. Jangan lupa di antaranya tambahkan tisu," saran Suratmika.

Suratmika juga mengimbau agar masyarakat menjaga sanitasi di lingkungan rumahnya. Khususnya pada ruangan yang memakai AC.

"Ruangan ber-AC biasanya tertutup. Sehingga sirkulasi udaranya tidak begitu bagus. Usahakan rumah terkena sinar matahari yang cukup dan sirkulasi udaranya bagus," tambahnya.

4. Tabanan mencatat ada tambahan dua kasus positif

Penting Gak Sih Masker di Tengah COVID-19? Begini Reaksi Siswi TabananIDN Times

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Tabanan per Selasa (14/2/2020), mencatat ada dua kasus positif tambahan. Satu orang berprofesi sebagai perawat bertugas di rumah sakit daerh Kabupaten Badung, dan satunya merupakan pedagang di pasar daerah Kota Denpasar.

Juru bicara GTPP COVID-19 Tabanan, Putu Dian Setiawan, mengatakan kedua pasien itu sudah dirawat dan kontak tracing sedang dilakukan. Perawat tersebut terinfeksi virus dari pasien yang ia antarkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.

"Pasien yang diantar perawat ini ke RSUP Sanglah adalah pasien dengan penyakit lain. Namun pasien ini  kemudian terdiagnosa COVID-19. Sehingga perawat ini kemudian menjalani tes dan hasilnya positif," ungkap Dian.

Topic:

  • Ni Ketut Wira Sanjiwani
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya