Motor Mahasiswi yang Hanyut di Sungai Yeh Ho Ditemukan

Hingga saat ini, korban belum ditemukan

Tabanan, IDN Times - Tubuh korban terseret arus Sungai Yeh Ho Jumat (7/10/2022) lalu, hingga Senin (10/10/2022) siang belum ditemukan. Hanya sepeda motornya yang berhasil ditemukan warga dalam kondisi rusak berat.

Berdasarkan penemuan motor ini, dipastikan korban bernama Luh Gede Puspasari, warga Banjar Tanguntiti, Desa Tanguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Diduga Mahasiswi Universitas Saraswati Hanyut di Sungai Yeh Ho Tabanan  

1. Motor korban ditemukan di pesisir Pantai Beraban

Motor Mahasiswi yang Hanyut di Sungai Yeh Ho DitemukanIlustrasi Hujan. IDN Times/Sukma Shakti

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, warga bernama Gede Astawa menemukan sepeda motor Vario Tekno warna putih dengan nomor polisi DK 4111 GBB, ketika menyusuri Pantai Beraban pukul 06.00 Wita, Senin (10/10/2022). Lokasi penemuannya di sebelah Pura Semulungan Banjar Beraban Pondok, Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur.

"Kondisi motor sudah rusak berat," ujar Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, Senin (10/10/2022).

Selain sepeda motor, warga tersebut juga menemukan dompet berwarna hitam, tas gendong warna hitam, dan jas hujan.

"Sepeda motor tersebut diakui oleh keluarga Luh Gede Puspasari. Di mana sebelum kejadian, motor tersebut dibawa kuliah oleh Luh Gede Puspasari," jelas Giri.

Diberitakan sebelumnya, Luh Gede Puspasari dilaporkan belum pulang ke rumahnya dan di hari yang sama juga ada laporan orang hanyut di Sungai Yeh Ho. Lantas berdasarkan penemuan sepeda motor tersebut, dipastikan korban yang hanyut tersebut adalah seorang mahasiswi bernama Luh Gede Puspasari.

2. Tubuh korban belum ditemukan. Pencariannya diperluas ke daerah Antap

Motor Mahasiswi yang Hanyut di Sungai Yeh Ho DitemukanPencarian korban hanyut di Sungai Yeh Ho (Dok.IDN Times/BPBD Tabanan)

Memasuki hari ke-3 pencarian, tubuh korban belum ditemukan. Pihaknya telah mencari korban sejak Minggu (9/10/2022) di pesisir Pantai Pasut Kerambitan, Pantai Abian Kapas Selemadeg, Pantai Klecung Selemadeg Timur, dan penyisiran Sungai Yeh Ho.

"Hari ini (Senin-red) diperluas ke daerah Antap Selemadeg," terang Giri.

Keluarga korban, pada Minggu (9/10/2022) sekitar pukul 16.15 Wita, juga telah mengupayakan menyambut korban secara niskala (spiritual atau gaib) dengan menggunakan gamelan  baleganjur dan gong. Hingga Senin (10/10/2022), tubuh korban masih belum ditemukan.

3. Akan dipasang portal darurat di akses masuk jembatan

Motor Mahasiswi yang Hanyut di Sungai Yeh Ho DitemukanJembatan Sungai Yeh Ho, lokasi terseretnya korban (Dok.IDN Times/Istimewa)

Jembatan Sungai Yeh Ho yang menghubungkan antara Desa Tibu Biu Kerambitan dan Desa Beraban Selemadeg Timur tersebut kerap banjir di musim penghujan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Polsek Kerambitan berencana memasang portal darurat untuk menutup jalur tersebut, khususnya selama musim hujan.

"Kami berencana pasang portal darurat karena cuaca penghujan ini akan terjadi sampai bulan Desember. Termasuk sudah mengimbau juga perbekel dan bendesa yang masih melakukan koordinasi dengan wilayah barat (Beraban, Selemadeg Timur) karena harus menutup keduanya," terang Kapolsek Kerambitan, AKP Ni Komang Sri Subakti.

Ia menegaskan, langkah penutupan akses di ranah wilayahnya itu diambil sebagai antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi. Apalagi jembatan ini memang sangat rawan banjir saat hujan.

"Kalau sudah hujan rintik saja, saya minta ditutup termasuk ada baner imbauan di sana nanti. Jadi lebih aman dan menghindari risiko kejadian yang tidak diinginkan terulang lagi. Kalau kondisi sudah normal, baru bisa dibuka lagi," katanya. 

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya