Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nelayan Hilang di Medewi, Tim SAR Perluas Pencarian Asmuri
Pencarian nelayan hilang di Jembrana, hari kedua pencarian belum temukan titik terang. (Dok.Kantor SAR Denpasar)
  • Nelayan Asmuri (43) diduga terjatuh saat melaut sendirian di Perairan Pantai Medewi, Jembrana, setelah jukungnya ditemukan terombang-ambing tanpa awak.
  • Tim SAR gabungan menyisir perairan dan daratan sekitar Pantai Yeh Sumbul, memakai rubber boat serta drone thermal, namun pencarian hari pertama belum menemukan korban.
  • Operasi pencarian dilanjutkan pada Minggu dengan memperluas area penyisiran, mengoptimalkan unsur SAR dan melibatkan masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tim SAR gabungan memperluas pencarian nelayan Asmuri yang diduga terjatuh ke laut saat melaut seorang diri di Perairan Pantai Medewi. Hingga saat ini, korban belum ditemukan.
  • Who?
    Asmuri (43), warga Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, menjadi korban pencarian. Operasi melibatkan Pos SAR Jembrana, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polres Jembrana, nelayan, serta masyarakat pesisir.
  • Where?
    Pencarian dilakukan di Perairan Pantai Medewi dan kawasan Pantai Yeh Sumbul, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, termasuk penyisiran ke arah barat dari titik awal.
  • When?
    Asmuri melaut sejak Jumat, 31 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Jukung tanpa awak ditemukan Sabtu, 1 Agustus 2026, dan pencarian dilanjutkan pada Minggu, 2 Agustus 2026.
  • Why?
    Pencarian dilakukan setelah jukung Asmuri ditemukan terombang-ambing tanpa awak sekitar 100 meter di selatan bibir pantai. Dugaan sementara, ia terjatuh ke laut saat menangkap ikan.
  • How?
    Tim menyisir laut menggunakan rubber boat, melakukan pencarian darat ke arah barat, memantau udara dengan drone thermal, serta menghimpun informasi dari wisatawan dan masyarakat sekitar. Area pencarian kini diperluas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jembrana, IDN Times - Seorang nelayan bernama bernama Asmuri (43) diduga terjatuh saat melaut di Perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu (1/8/2026). 

Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap korban yang merupakan warga Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian, pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.45 Wita dari Polairud Polres Jembrana. Korban melaut seorang diri menggunakan jukung, sejak Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.

Nelayan setempat menemukan sebuah jukung terombang-ambing tanpa awak di sekitar 100 meter arah selatan bibir pantai pada pukul 00.00 Wita. Dugaan sementara, korban terjatuh ke laut saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Operator Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera berkoordinasi dengan Polairud Polres Jembrana dan Kelompok Nelayan Pantai Medewi. Koordinasi tersebut untuk memperoleh informasi awal serta menyiapkan langkah-langkah pencarian.

Tim Penyelamat Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana terdiri dari tujuh personel berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 06.05 Wita. Tiba di lokasi, segera dilaksanakan penyampaian situasi untuk menentukan strategi operasi pencarian.

Langkah awal, mereka menurunkan 1 unit rubber boat dari Pantai Yeh Sumbul. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan tim menyisir lokasi sekitar korban terjatuh. Penyisiran dilakukan selama dua jam, tapi hasilnya nihil.

“Satu unit rubber boat yang diawaki 3 personel memulai pencarian pada pukul 07.20 Wita,” kata Sidakarya.

Pencarian dari Pantai Yeh Sumbul berlanjut ke arah barat sekitar dua kilometer. Regu penyelamat juga berkoordinasi dengan wisatawan dan masyarakat sekitar untuk menggali informasi terkait keberadaan korban. Penyisiran berakhir pada pukul 10.41 Wita, tanpa keberadaan korban.

Pada pukul 14.20 Wita, regu penyelamat darat bergerak ke arah barat yang dipadukan dengan pemantauan udara menggunakan drone thermal di sekitar kawasan Pantai Yeh Sumbul.

Usaha tim SAR gabungan melalui pantauan udara tidak juga menemukan petunjuk keberadaan korban. Selanjutnya, sekitar pukul 15.25 Wita, tim SAR gabungan kembali ke titik awal.

Hingga pencarian hari pertama berakhir, korban belum juga ditemukan. Sidakarya bahwa operasi pencarian dilaksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia. Termasuk melibatkan berbagai unsur SAR.

Tim SAR gabungan melanjutkan kembali pencarian pagi tadi, Minggu (2/8/2026). Pencarian ini dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan seluruh unsur yang terlibat serta masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada kabar terkini keberadaan korban.

Editorial Team

Related Article