Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minim Siswa, Pemkab Klungkung Bakal Gabungkan 14 SD
Ilustrasi sekolah (freepik.com/freepik)
  • Pemerintah Kabupaten Klungkung berencana menggabungkan 14 SD menjadi 7 SD di Kecamatan Nusa Penida dan Banjarangkan karena jumlah siswa terus menurun.
  • Disdikpora Klungkung masih melakukan sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat, termasuk komite sekolah dan wali murid, agar proses penggabungan berjalan aman tanpa penolakan.
  • Jika sosialisasi lancar, regrouping ditargetkan mulai tahun ajaran 2026/2027 untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan menyesuaikan kebijakan BOS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sekitar dua tahun

Rencana regrouping sekolah di Klungkung sempat tertunda selama sekitar dua tahun karena penolakan dari sebagian orang tua siswa.

2 Juni 2026

Kepala Disdikpora Klungkung Ketut Sujana menyampaikan rencana penggabungan 14 SD menjadi 7 SD di Kecamatan Nusa Penida dan Banjarangkan, serta menjelaskan alasan efisiensi dan kebijakan BOS.

tahun ajaran 2026/2027

Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan pelaksanaan regrouping sekolah dasar dimulai pada tahun ajaran 2026/2027 jika proses sosialisasi berjalan lancar.

kini

Disdikpora Klungkung masih melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat serta pihak terkait sebelum menetapkan keputusan penggabungan sekolah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Klungkung merencanakan penggabungan 14 sekolah dasar menjadi 7 sekolah untuk menata kembali lembaga pendidikan dengan jumlah siswa yang terus menurun di wilayah Nusa Penida dan Banjarangkan.
  • Who?
    Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Klungkung, Ketut Sujana, bersama jajaran Disdikpora serta pemerintah desa, komite sekolah, dan wali murid yang sedang dilibatkan dalam proses sosialisasi kebijakan tersebut.
  • Where?
    Rencana regrouping dilakukan di Kecamatan Nusa Penida dan Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, mencakup beberapa SD seperti Kutampi, Tanglad, Sekartaji, Ped, Negari, Banjarangkan, dan Tihingan.
  • When?
    Sosialisasi berlangsung pada awal Juni 2026 dengan target penerapan kebijakan pada tahun ajaran 2026/2027 apabila seluruh proses persiapan berjalan lancar tanpa hambatan sosial di masyarakat.
  • Why?
    Kebijakan ini muncul karena jumlah siswa di sejumlah SD terus menurun sehingga memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan serta penyesuaian terhadap syarat minimal penerima dana BOS sebanyak 60 siswa per sekolah.
  • How?
    Pemerintah daerah melakukan pemetaan sekolah berjumlah siswa sedikit lalu mengadakan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat agar proses penggabungan berjalan aman serta diterima oleh semua pihak sebelum ditetapkan resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Klungkung, banyak sekolah dasar muridnya sedikit sekali. Jadi pemerintah mau gabungin 14 sekolah jadi 7 saja supaya belajar lebih baik. Ada Pak Ketut Sujana yang bilang mereka masih ngomong sama orang tua dan desa biar semua setuju. Dulu sempat ditunda karena orang tua tidak mau. Sekarang rencananya mau jalan tahun 2027 nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana penggabungan 14 SD di Klungkung menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk menata sistem pendidikan secara lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan melakukan pemetaan serta sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat, langkah ini mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan partisipasi publik, sekaligus menjaga efektivitas penyelenggaraan pendidikan di tengah tantangan jumlah siswa yang menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai menyiapkan langkah penataan sekolah dasar (SD) yang jumlah muridnya terus menurun.

Salah satu opsi yang akan dilakukan adalah penggabungan atau regrouping 14 SD menjadi 7 SD yang tersebar di Kecamatan Nusa Penida dan Banjarangkan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, Ketut Sujana, mengatakan rencana tersebut muncul setelah pemerintah melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang relatif sedikit.

Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap efektivitas penyelenggaraan pendidikan maupun operasional sekolah.

Berdasarkan data Disdikpora Klungkung, terdapat tujuh SD yang masuk dalam rencana penggabungan.

Di Kecamatan Nusa Penida, SD 3 Kutampi direncanakan bergabung ke SD 5 Kutampi. Kemudian SD 2 Tanglad akan disatukan dengan SD 1 Tanglad, SD 2 Sekartaji digabung ke SD 1 Sekartaji, serta SD 6 Ped dilebur ke SD 2 Ped.

Sementara di Kecamatan Banjarangkan, regrouping direncanakan untuk SDN 1 Negari ke SDN 3 Negari, SDN 2 Negari ke SDN 2 Banjarangkan, dan SDN 2 Tihingan ke SDN 3 Tihingan.

"Kami juga antisipasi kebijakan pusat terkait pemberian BOS yang syarat minimal 60 siswa," ungkap Sujana, Selasa (2/6/2026)

1. Pemkab masih melakukan pendekatan ke masyarakat

Ilustrasi diskusi (pexels.com/Monstera Production )

Sujana menjelaskan, hingga saat ini pemerintah daerah belum menetapkan penggabungan tersebut. Disdikpora masih melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada berbagai pihak, mulai dari komite sekolah, pemerintah desa, hingga wali murid.

Langkah itu dilakukan karena regrouping sekolah tidak hanya menyangkut administrasi pendidikan, tetapi juga menyentuh aspek sosial di masyarakat.

"Pendekatan dengan masyarakat tetap kami utamakan supaya prosesnya berjalan aman dan nyaman. Komite sekolah dan desa juga wajib dilibatkan," ujarnya.

2. Pernah tertunda karena penolakan orang tua siswa

Ilutrasi sekolah. IDN Times/ istimewa

Rencana regrouping sekolah sebenarnya bukan hal baru di Klungkung. Namun implementasinya sempat tertunda selama sekitar dua tahun karena adanya penolakan dari sebagian orang tua siswa.

Karena itu, Pemkab Klungkung memilih mengedepankan komunikasi sebelum kebijakan dijalankan.

"Pemerintah ingin memastikan seluruh pihak memahami alasan penggabungan sekolah ini dilakukan," jelas dia.

3. Regrouping ditarget 2027

Ilustrasi sekolah dasar (Freepik)

Jika proses sosialisasi berjalan lancar, regrouping 14 SD tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.

Kebijakan ini menjadi tantangan dunia pendidikan di Klungkung. Mengingat wacana ini sangat sulit terealisasi.

"Jumlah siswa di beberapa sekolah membuat pemerintah harus menyesuaikan tata kelola pendidikan agar tetap efektif dan efesien," jelasnya.

Editorial Team

Related Article