Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Megawati Ingatkan UMKM Bali Daftarkan HAKI, Cegah Klaim oleh Asing
Megawati Soekarnoputri hadir dalam penyerahan sertifikat HAKI di Klungkung. (Dok. Istimewa)
  • Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pendaftaran HAKI bagi pelaku UMKM Bali untuk melindungi produk lokal dari potensi klaim pihak asing.
  • Ia mengingatkan bahwa HAKI tidak hanya memberi perlindungan hukum, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi produk dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
  • Dalam acara di Klungkung, Megawati menyerahkan ratusan sertifikat HAKI sebagai dorongan agar sosialisasi dan kesadaran perlindungan kekayaan intelektual makin meluas di Bali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 April 2026

Megawati Soekarnoputri bertemu dengan ratusan pelaku UMKM se-Bali di Klungkung. Ia menyoroti pentingnya perlindungan produk lokal melalui HAKI dan mengingatkan ancaman klaim dari pihak asing.

1 April 2026

Dalam pertemuan itu, Megawati mencontohkan kasus kain endek Bali yang hampir digunakan desainer asal Prancis dan meminta agar segera didaftarkan HAKI-nya.

1 April 2026

Ia menegaskan bahwa HAKI dapat diwariskan dan menjadi sumber royalti bagi pemiliknya, serta mendorong pemerintah daerah untuk lebih gencar mensosialisasikan pentingnya pendaftaran HAKI.

1 April 2026

Pada kesempatan yang sama, Megawati menyerahkan ratusan sertifikat HAKI kepada masyarakat, kelompok, dan lembaga di Bali sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan produk lokal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Megawati Soekarnoputri mengingatkan pelaku UMKM di Bali untuk segera mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) guna melindungi produk lokal dari potensi klaim oleh pihak asing.
  • Who?
    Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, bersama Gubernur Bali Wayan Koster, sejumlah kepala daerah, dan ratusan pelaku UMKM se-Bali.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di sebuah hotel di Dusun Lepang, Desa Takmung, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.
  • When?
    Pertemuan digelar pada Rabu, 1 April 2026.
  • Why?
    Peringatan disampaikan untuk mencegah produk asli Indonesia diklaim pihak asing serta meningkatkan kesadaran pentingnya perlindungan hukum dan nilai ekonomi melalui HAKI.
  • How?
    Melalui pertemuan langsung dengan pelaku UMKM, penyampaian imbauan tentang pendaftaran HAKI, serta penyerahan ratusan sertifikat HAKI kepada masyarakat dan lembaga di Bali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Megawati datang ke Bali dan bertemu banyak orang yang punya usaha kecil. Ia bilang semua harus cepat daftar HAKI biar produk mereka tidak diambil orang luar negeri. Ia kasih contoh kain endek Bali yang hampir dipakai desainer dari Prancis. Sekarang Megawati juga bagi banyak sertifikat HAKI supaya produk Bali lebih aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan Megawati dengan ratusan pelaku UMKM Bali menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat perlindungan hukum dan nilai ekonomi produk lokal. Melalui penyerahan ratusan sertifikat HAKI, kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hak kekayaan intelektual, tetapi juga memberi dorongan positif bagi UMKM untuk menjaga sekaligus mengangkat warisan budaya Bali di pasar global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times – Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, bertemu dengan ratusan pelaku UMKM se-Bali di Kabupaten Klungkung, Rabu (1/4/2026). Dalam pertemuan itu, Megawati menyoroti pentingnya perlindungan produk lokal melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Kegiatan yang digelar di sebuah hotel di Dusun Lepang, Desa Takmung ini turut dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster, serta sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota di Bali.

Dalam pertemuan itu, Megawati mengingatkan ancaman dari pihak asing yang berpotensi mengklaim produk asli Indonesia. Ia menilai, kelalaian dalam mendaftarkan HAKI bisa dimanfaatkan oleh pihak luar.

Ia mencontohkan kasus kain endek Bali yang sempat akan digunakan oleh desainer fashion asal Prancis. Saat itu, ia langsung menanyakan status HAKI kain tersebut.

“Saya tanya, sudah dipatenkan belum? Ternyata belum. Saya minta segera didaftarkan,” tegasnya.

Menurutnya, perlindungan HAKI bersifat internasional, sehingga siapa cepat mendaftar, dia yang berhak secara hukum.

1. HAKI dapat diwariskan

Megawati Soekarnoputri hadir dalam penyerahan sertifikat HAKI di Klungkung. (Dok. IDN Times Bali/Istimewa)

Di hadapan pelaku UMKM, Megawati menegaskan HAKI menjadi bentuk perlindungan hukum sekaligus mampu meningkatkan nilai ekonomi suatu produk.

“Kalau sudah terdaftar, produk itu tidak hanya aman secara hukum, tapi juga bisa menghasilkan royalti. Bahkan bisa diwariskan,” ujarnya.

Ia menilai masih banyak pelaku UMKM yang belum sadar pentingnya mendaftarkan produknya, padahal potensi ekonomi dari HAKI cukup besar.

2. Dorong sosialisasi HAKI lebih masif

Penyerahan sertifikat HAKI di Klungkung. (Dok. Istimewa)

Megawati meminta agar pemerintah daerah dan pihak terkait lebih gencar melakukan sosialisasi terkait HAKI kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Ia menegaskan, Indonesia tidak boleh kalah cepat dalam mendaftarkan kekayaan intelektualnya sendiri.

“Kalau ada pihak asing yang mencoba mendaftarkan produk kita, jangan sampai dibiarkan. Kita harus lebih dulu,” ujarnya.

3. Ratusan sertifikat HAKI diserahkan

Penyerahan sertifikat HAKI di Klungkung. (Dok. IDN Times Bali/Istimewa)

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyerahkan ratusan sertifikat HAKI kepada masyarakat, kelompok, dan lembaga di Bali. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran perlindungan produk lokal di tingkat akar rumput.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi UMKM Bali di tengah persaingan global, sekaligus menjaga warisan budaya agar tidak diklaim pihak lain.

Editorial Team