Tabanan, IDN Times - Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Tabanan selama hampir sepekan berimbas kepada penyaluran Salak Gula Pasir Madu. Petani tidak mampu memenuhi permintaan rutin mingguan karena tidak ada BBM untuk operasional. Akibatnya, petani mengalami kerugian puluhan juta.
Petani sekaligus Ketua Kelompok Tani Raja Buah Bali, Ogi Darmawan, bercerita akibat kesulitan mendapatkan BBM, pihaknya tidak bisa memetik salak di kebun.
"Sulitnya BBM menyebabkan transportasi untuk membawa hasil panen dari kebun ke gudang mengalami kendala. Sehingga terpaksa kami cancel permintaannya," ujar Ogi, Kamis (22/10/2026).
