Denpasar, IDN Times - Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) untuk periode 2022–2027, Marcella Zalianty menjadi salah satu juri di penyelenggaraan Bali International Film Festival atau Balinale edisi ke-19 di Sanur. Dalam kesempatan tersebut ia mengapresiasi filmmakers Indonesia atau film komunitas yang dinilainya bagus sekali dan memiliki ciri khas yang unik dalam cara bertutur. Selain itu festival ini diakuinya mempertemukan pada sutradara yang tidak dijumpai pada umumnya.
Saat ini market share film Indonesia diungkapnya terus meningkat, banyak film-film yang box office tapi belum optimal. Jika melihat pasar, jumlah masyarakat Indonesia yang menonton film Hollywood lebih banyak. Jadi menurutnya perfilman Indonesia masih perlu didorong terutama dalam hal infrastruktur bioskop yang masih kurang untuk jumlah populasi dan juga geografi.
"Kalau dari temanya, menurut saya cukup variatif walaupun sempat didominasi oleh horor. Gitu ya. Tetap didominasi oleh horor. Cukup variatif, cuma saya mengharapkan sih film-film yang lebih variatif lagi gitu. Jadi kayak di luar negeri itu film dewasa gitu ya. Film seperti You've Got a Gift, film romantis tapi yang dewasa yang matang kita kan hampir enggak ada. Rata-rata tuh cerita remaja, ya, atau ya horor atau drama keluarga semua bikin selalu seragam keluarga gitu," ungkapnya.
