Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kanker Payudara Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Kanker Payudara Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia
Diskusi kanker di Bali (IDN Times/Ayu Afria)
Share Article

Badung, IDN TimesKanker merupakan penyebab utama kematian di dunia, dan menjadi penyebab kematian ketiga di Indonesia setelah penyakit kardiovaskular dan stroke. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan kanker bisa disembuhkan dengan catatan screening lebih awal, dan rutin untuk check-up. Terutama bagi perempuan yang berisiko kanker payudara dan servik.

“Kanker ini sangat ditakuti oleh masyarakat. Sebenarnya dengan teknologi yang ada sekarang, asal itu deteksinya dini itu bisa diobati 90 persen. Bisa dirawat, bisa sembuh juga. Paling bagus kanker itu strateginya deteksi dini,” ungkapnya.

1.Tiga kasus kanker di Indonesia penyebab kematian tertinggi

ilustrasi pengidap kanker (Unsplash.com/National Cancer Institute)
ilustrasi pengidap kanker (Unsplash.com/National Cancer Institute)

Angka kasus kanker di Indonesia mencapai 400 ribu kasus baru dan 200 ribu kematian setiap tahunnya. Tiga besar penyakit kanker tertinggi adalah kanker payudara (16,2 persen), kanker servik (9 persen), dan kanker paru-paru (7 persen). Ketiga kasus kanker tersebut memiliki tingkat kematian yang tinggi. Hal ini disebabkan karena 70 persen pasien kanker di Indonesia baru terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga mengurangi peluang keberhasilan pengobatan.

“Karena memerlukan tatalaksana lebih kompleks dan pembiayaan yang besar,” terangnya.

2.Upaya Indonesia dalam penanganan kasus kanker

Ilustrasi pasien kanker (pexels.com/@tima-miroshnichenko)
Ilustrasi pasien kanker (pexels.com/@tima-miroshnichenko)

Sementara itu pembiayaan kanker di Indonesia berdasarkan data dari BPJS Kesehatan pada tahun 2023, kanker merupakan penyakit katastropik dengan pembiayaan sekitar Rp5,9 triliun. Berbagai upaya yang dilakukan oleh Indonesia terkait pengendalian kanker di antaranya:

  1. Menetapkan Rencana Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional 2024-2034 atau National Cancer Control Plan (NCCP) yang mencakup enam strategi utama. Di antaranya promotif dan preventif, deteksi dini dan skrining, peningkatan akses layanan dan tatalaksana kanker, penguatan registry dan penelitian kanker, kemitraan dengan pemangku kepentingan, serta Tata kelola dan akuntabilitas pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian kanker
  2. Peningkatan akses dan keterjangkauan obat dan vaksin kanker
  3. Alat kesehatan yang digunakan untuk penanganan kanker
  4. Program Jejaring Pengampuan Kanker.

3.Diskusi IICC membahas soal ketidakadilan pelayanan kanker

Diskusi kanker di Bali (IDN Times/Ayu Afria)
Diskusi kanker di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Untuk mendukung penanganan kanker, kegiatan Indonesia International Cancer Conference (IICC) telah berlangsung selama 3 hari pada 3-5 Oktober 2024 di Nusa Dua, dengan tema Bridging North and South in Accelerating Cancer Control Advancement.

Kegiatan tersebut difokuskan membahas isu permasalahan mendesak terkait dengan akses tidak memadai dan tidak adil dalam perawatan kanker pada masyarakat berpendapatan rendah, dan menengah negara.

“Melalui berbagai pengetahuan, kemitraan pembangunan, dan transfer teknologi bertujuan untuk meningkatkan upaya pengendalian kanker di seluruh dunia,” terangnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Irma Yudistirani
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia

Latest News Bali

See More

Disdik Tabanan Khawatir SMPN 5 Pupuan Kekurangan Siswa

04 Jun 2026, 19:43 WIBNews