Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hong Kong Film Gala Presentation di Sanur, Perkuat Diplomasi Budaya
Hong Kong Film Gala Presentation di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)
  • Balinale edisi ke-19 menghadirkan Hong Kong Film Gala Presentation hasil kolaborasi AFAA dan HKETO, menegaskan peran festival ini sebagai jembatan diplomasi budaya Asia.
  • Enam film pilihan dari Hong Kong diputar di Bali, menampilkan keragaman genre mulai dari action thriller hingga drama keluarga yang mencerminkan kekuatan sinema kontemporer.
  • Melalui karya seperti Ciao UFO dan Road to Vendetta, Balinale 2026 menyoroti film sebagai bahasa universal yang menyatukan komunitas lintas negara dan generasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times — Kehadiran Asian Film Awards Academy (AFAA) dan didukung oleh Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) pada penyelenggaraan Bali International Film Festival atau Balinale edisi ke-19 diklaim memperkuat posisi festival ini sebagai platform penting bagi diplomasi budaya dan jejaring industri kreatif di kawasan Asia.

Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, menyampaikan, melalui film hubungan antara Hong Kong, Indonesia, dan komunitas sinema internasional dapat dibangun secara lebih dekat, terbuka, dan bermakna. Keberlanjutan kolaborasi dengan AFAA di Balinale mempertegas nilai kemitraan jangka panjang dalam membawa film-film unggulan Hong Kong ke Bali.

“Melanjutkan kemitraan panjang dan sukses kami dalam menghadirkan karya-karya terbaik sinema Hong Kong ke Bali," ujarnya.

1. Enam film asal Kong Kong diputar khusus di Bali

Hong Kong Film Gala Presentation di Sanur (IDN Times/Ayu Afria)

Penyelenggaraan Balinale edisi ke-19 terus memperkuat posisinya sebagai salah satu titik temu penting bagi sinema Asia dan internasional. Tahun ini, Balinale menghadirkan Hong Kong Film Gala Presentation.

Itu adalah program khusus berkolaborasi dengan AFAA dan didukung oleh HKETO. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi penting rangkaian Balinale 2026.

Melalui Hong Kong Film Gala Presentation, enam film pilihan dari Hong Kong dipersembahkan kepada penonton di Bali, komunitas film, media, pelaku industri kreatif, dan tamu internasional. Rinciannya, Road to Vendetta, Night King, Golden Boy, Gamer Girls, Ciao UFO, dan Back to the Past.

Secara keseluruhan, film-film ini mencerminkan keragaman dan kekuatan sinema Hong Kong kontemporer, mulai dari action thriller, drama keluarga, komedi, e-sports, nostalgia urban, hingga fantasi sejarah.

2. Sinema Hong Kong diklaim memberikan perubahan sosial

Balinale ke-19 memutar 94 film dari 38 negara (IDN Times/Ayu Afria)

Hong Kong Film Gala Presentation menampilkan pemutaran khusus film Ciao UFO disutradarai oleh Patrick Leung Pak-Kin. Berlatar di Wah Fu Estate, Aberdeen, Hong Kong, pada era 1980-an, film ini mengikuti kisah penampakan UFO misterius yang menjadi titik balik dalam kehidupan sejumlah karakter muda.

Melalui nostalgia, memori kota, dan persahabatan, Ciao UFO memperlihatkan kemampuan sinema Hong Kong dalam menggambarkan perubahan sosial dan memori kolektif sebuah komunitas. Kehadiran Amy Chin, produser Ciao UFO, bersama Wong You Nam, aktor dalam film tersebut, memberikan kesempatan bagi penonton dan komunitas film untuk memahami lebih jauh proses kreatif dibalik karya ini.

3. Balinale 2026 menegaska film adalah bahasa universal

Balinale ke-19 memutar 94 film dari 38 negara (IDN Times/Ayu Afria)

Deborah menyampaikan, salah satu sorotan tahun ini adalah kehadiran film Road to Vendetta. Action thriller produksi Hong Kong-Jepang karya Albert Njo Kui-Ying menghadirkan kembali energi sinema laga Hong Kong dengan pendekatan kontemporer. Aktor utamanya, Jeffrey Ngai.

Film lain yang turut memperkaya program ini adalah Night King, drama komedi yang mengeksplorasi dinamika hubungan manusia dengan humor dan emosi. Golden Boy, kisah tentang penebusan, keluarga, dan perjuangan seorang mantan petinju.

Film Back to the Past, adaptasi sinematik dari salah satu kisah televisi klasik Hong Kong yang juga akan dihadiri oleh sutradaranya, Jack Lai. Gamer Girls, yang mengangkat dunia e-sports, stereotip gender, dan semangat generasi muda perempuan dalam membangun ruangnya sendiri.

"Melalui Hong Kong Film Gala Presentation, Balinale 2026 tidak hanya merayakan sinema Hong Kong, tetapi juga menegaskan bahwa film adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan kota, negara, generasi, dan manusia," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article