Hendak Menggogo Ikan, Warga Bali Hanyut di Tukad Badung

- Debit air Tukad Badung tidak terlalu besar, penyebab hilangnya Surya belum pasti
- Pencarian melibatkan tim SAR, TNI, Polri, BPBD Provinsi Bali, relawan, dan masyarakat
- Masih dalam proses pencarian di kawasan Jalan Tukad Baru Barat
Denpasar, IDN Times - Surya Fajar Irawan (36), diduga hanyut saat memancing ikan di Tukad (Sungai) Badung, Denpasar, pada Jumat (2/1/2026). Ibu Surya, Widianti (65) menjelaskan puteranya memancing pukul 20.00 Wita bersama temannya.
“Jam 8 malam mancing dengan temannya dan menghilang, temannya mencari sampai jam 3 subuh,” ungkap Widianti pada Sabtu (3/1/2026).
Widianti menambahkan teman Surya melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 08.00 Wita kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar.
1. Debit air Tukad Badung tidak terlalu besar

Sekretaris BPBD Kota Denpasar Anak Agung Surya Kencana, menjelaskan saat kejadian debit air di Tukad Badung tidak terlalu besar. Hanya, Kencana belum dapat memastikan penyebab hilangnya Surya saat memancing. “Tidak terlalu besar, cuma korban cari ikan dengan cara menggogo,” kata Kencana saat IDN Times menghubungi pada Sabtu (3/1/2025).
Gogo adalah cara menangkap ikan dengan tangan kosong. Budaya gogo atau ngagogo berkembang di Jawa, sebagai tradisi yang melambangkan kemenangan. Pencari ikan dengan teknik gogo akan menyusuri kolam dan sungai hingga mendapatkan ikan.
2. Pencarian Surya melibatkan tim SAR

Kencana menambahkan pencarian Surya telah berlangsung sejak pagi ini. Ada berbagai unsur tim pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terlibat dalam pencarian Surya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan SAR, TNI, dandim, Polri, BPBD Provinsi Bali, relawan, dan masyarakat,” kata Kencana.
Ada delapan orang personel dari BPBD Kota Denpasar, SAR Denpasar ada 15 orang. Sementara itu, relawan kesehatan sebanyak 5 orang.
3. Masih dalam proses pencarian

Berdasarkan pemantauan dari Instagram BPBD Kota Denpasar, Tim SAR Gabungan masih terus mencari Surya hingga di kawasan Jalan Tukad Baru Barat. Sisi kanan jalan tersebut terdapat aliran air sungai dari Tukad Badung.
Sementara itu, sisi kirinya adalah rumah-rumah penduduk dan warung. Masyarakat sekitar kerap memanfaatkan lokasi tersebut untuk memancing.


















