Api Dupa Picu Kebakaran di Jembrana, Emas dan Uang Rp20 Juta Hangus

- Kebakaran melanda rumah I Putu Suparta di Desa Berangbang, Jembrana, diduga akibat dupa yang masih menyala setelah sembahyang pada Selasa pagi.
- Api cepat membesar dan baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian oleh tim Damkar Kabupaten Jembrana tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta, termasuk uang tunai Rp20 juta, emas 10 gram, serta berbagai dokumen dan barang elektronik yang ikut terbakar.
Jembrana, IDN Times - Musibah kebakaran menimpa kediaman I Putu Suparta (49), seorang petani di Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (3/3/2026) pagi. Api yang diduga berasal dari dupa setelah sembahyang ini melalap isi kamar, hingga menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolsek Negara, AKP Andi Prasetyo, mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 Wita saat pemilik rumah tengah melakukan aktivitas rutin.
1. Saksi mendengar suara ledakan dari dalam kamar

Kejadian bermula saat istri korban, Ni Ketut Sumiasih (47), sedang khusyuk melakukan ritual mebanten (sembahyang) di area merajan (tempat suci keluarga). Namun, ketenangan pagi itu pecah saat ia mendengar suara letupan keras dari dalam rumah.
"Saksi mencari sumber suara dan terkejut melihat api sudah membesar hingga menyentuh atap kamar rumahnya," ujar Andi.
Melihat kobaran api, Sumiasih berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari berteriak meminta tolong. Tetangga korban, yang juga mendengar teriakan tersebut langsung sigap menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Jembrana.
2. Api baru berhasil dipadamkan setelah satu jam

Armada Damkar Kabupaten Jembrana tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 Wita untuk menjinakkan si jago merah. Petugas berjibaku melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain di padat pemukiman.
"Api baru benar-benar berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 10.15 Wita," kata Andy.
Setelah situasi kondusif, tim Inafis Polres Jembrana langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sumber api berasal dari kamar tengah sebelah utara. Sebelum kejadian, saksi diketahui menaruh banten lengkap dengan dupa yang masih menyala di atas kasur.
3. Uang tunai puluhan juta dan emas ikut ludes

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiel yang diderita korban tergolong besar. Selain bangunan kamar berukuran 3×2,5m (meter) yang hangus, sejumlah aset berharga milik korban tidak terselamatkan.
Barang-barang yang hangus terbakar meliputi uang tunai senilai Rp20 juta, perhiasan emas seberat 10gr (gram), surat berharga seperti Kartu Keluarga, STNK, barang elektronik berupa 1 unit TV dan radio, perabotan seperti lemari pakaian, kasur, hingga seluruh pakaian keluarga.
"Total kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan dupa atau api dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan," imbaunya.

















