Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Gombalan Jadul Berbahasa Bali, Bikin Doi Klepek-Klepek

5 Gombalan Jadul Berbahasa Bali, Bikin Doi Klepek-Klepek
ilustrasi pasangan (unsplash.com/Cass Campbell)

Memuji seseorang sering kali menggunakan istilah atau perumpamaan. Mengumpamakan wajahnya seperti rembulan, misalnya. Pujian itu terkesan seperti gombalan, dan orang yang dipuji serasa melayang.

Kalau di Bali, peribahasa itu disebut sebagai sesawangan. Yakni ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan budi pekerti, tingkah laku, ketampanan, dan kecantikan seseorang dengan mengambil perumpaan benda atau sifat alam di sekitarnya. Ungkapan-ungkapan ini jadi bahan untuk merayu seseorang .

Berikut lima gombalan jadul berbahasa Bali yang masuk dalam kategori sesawangan. Kamu bisa mencobanya. Siapa tahu bikin doi klepek-klepek.

1. Prarai ne mulan purnama. Artinya wajahnya bundar seindah bulan purnama

Ilustrasi Bulan (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi Bulan (IDN Times/Sunariyah)

Wajah seorang perempuan digambarkan seindah bulan purnama. Kalau dilihat-lihat, bentuknya bulan purnama bundar, bercahaya, dan memberikan ketenangan bagi siapapun yang memandangnya. Begitulah sifat bulan yang digunakan sebagai perumpamaan untuk menggambarkan wajah seseorang yang cantik dan meneduhkan.

Wajahmu seindah purnama, membuatku betah memandangimu berlama-lama. Asyik banget kan?

2. Alis ne madon intaran. Artinya alisnya seindah lengkung daun intaran (Daun mimba)

Dreamstime.com/Snowwhiteimages
Dreamstime.com/Snowwhiteimages

Untuk menggambarkan alis seseorang di Bali biasanya menggunakan Daun Intaran atau Daun Mimba sebagai perumpamaan. Daun Mimba memiliki bentuk daun yang serupa dengan alis manusia. Tidak hanya sebatas pada keindahan bentuk daunnya, di balik itu Daun Mimba adalah tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, termasuk kecantikan.

3. Sledet ne kadi tatit. Artinya lirikan matanya seperti petir

Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Mardya Shakti)
Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Mardya Shakti)

Kalau perumpamaan ini menggambarkan lirikan mata seseorang yang tajam. Kadangkala bisa bermakna lirikan yang galak. Sifat petir memberikan efek kejut yang menegangkan. Begitulah rasanya jika dilirik secara tajam oleh seseorang. Kamu sudah siap dilirik? Hati-hati bisa langsung menyambar ke jantung hati.

4. Pamulune gading nyalang, kadi emase mesangling. Artinya kulitnya gading berseri, seperti emas terupam (mengilat atau digosok)

Ilustrasi pasangan memegang kartu kredit (freepik.com/freepik)
Ilustrasi pasangan (freepik.com/freepik)

Kulit sering kali menjadi pusat perhatian ketika pertama kali bertemu seseorang. Untuk memuji warna kulit seseorang, terutama yang berkulit gading, bisa menggunakan perumpamaan ini. Serupa emas yang mengilat, begitulah seseorang digambarkan memiliki kulit yang gading berseri.

5. Kemikan ne luir madu juruh. Artinya senyumnya manis semanis madu

ilustrasi madu (Pexels.com/Los Muertos Crew)
ilustrasi madu (Pexels.com/Los Muertos Crew)

Siapa sih yang gak suka kalau dipuji senyumnya manis semanis madu? Rasanya tentu bahagia ya digombalin seperti itu. Madu dipilih sebagai perumpamaan karena memang memiliki rasa yang manis. Madu tidak hanya sekadar manis, tetapi juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Kadang juga dijadikan sebagai obat.

Jadi lengkap sudah. Senyummu manis semanis madu, sekaligus menjadi obat dan pelipur lara hatiku. Karena itu, tetaplah tersenyum. So sweet kan?

Itulah beberapa gombalan jadul berbahasa Bali yang mungkin bisa kamu pakai sebagai referensi untuk ngegombalin si doi. Ada yang punya gombalan berbahasa Bali lainnya? Share di kolom komentar ya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Diantari Putri
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Penyewa di Buleleng Gadaikan Mobil Sewaan

03 Mar 2026, 20:58 WIBNews