Hari Baik Menurut Hindu Bali 24 Februari 2026, Saatnya Belajar

Ada berbagai hari baik menurut Hindu Bali pada Selasa, 24 Februari 2026. Ramalan berdasarkan Kalender Bali Digital ini diawali dengan subacara merupakan hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program maupun rencana, peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas.
Pada hari subacara juga baik untuk mulai berlatih atau belajar. Jadi buatmu ingin belajar hal baru yang positif maupun berlatih tari, olahraga, dan sejenisnya, mulai saat ini. Sementara itu, carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Baca hari baik selengkapnya di bawah ini.
Baik menanam kacang-kacangan

Asuajeg turun adalah hari baik untuk membuat penakut, menanam padi, kacang-kacangan, sirih, dan berburu. Hari ini juga baik untuk membuat alat bunyi-bunyian, kentongan, gamelan, genta, dan lain-lain.
Dauh ayu merupakan hari baik untuk membuat awig-awig (aturan setingkat desa adat), peraturan-peraturan atau undang-undang, dan baik untuk membangun. Geni rawana adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, dan melaspas atau mengupacarai bangunan baru.
Baik bekerja dengan api
Gni rawana rangkep merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Panca prawani adalah hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu.
Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kaleburau artinya tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun, tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.
Baik membuka lahan pertanian baru

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Sri tumpuk merupakan hari baik untuk mencari burung (mepikat).
Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan sebagainya. Termasuk tidak baik melaksanakan Pitra Yadnya, seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Suka Rahayu, Pratiti: Upadana.

















![[QUIZ] Jika Punarbhawa Nyata, Kamu Reinkarnasi Asura atau Indra?](https://image.idntimes.com/post/20221220/5c87aab95df1f7e656a225db6a2c351d10437a34-hq-cropped-56965fbaa68adf470a17cc45ea5d328d-1bd21f8565a15f8277fb8e57fa52060b.jpg)
