Harga Ayam Pedaging Tabanan Turun di Bawah BEP

- Permintaan ayam pedaging di Tabanan turun setelah Idul Fitri, membuat harga di tingkat peternak jatuh hingga Rp16.000–Rp17.000 per kilogram, jauh di bawah BEP sekitar Rp23.000.
- Kenaikan harga pakan memperburuk kerugian, sehingga banyak peternak menahan produksi dan mengurangi populasi ayam, menyebabkan harga DOC ikut turun karena minimnya permintaan.
- Meskipun harga di peternak turun, harga daging ayam ras di pasar justru naik tipis 0,26 persen menjadi Rp42.444 per kilogram berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tabanan.
Tabanan, IDN Times - Lesunya permintaan menyebabkan harga ayam pedaging tingkat peternak di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri, di mana harga menurun hingga di bawah titik impas atau Break Even Point (BEP).
Koordinator Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kabupaten Tabanan, I Wayan Sukasana, mengungkapkan penurunan harga mulai terasa sejak minggu pertama April 2026.
"Harga turun karena permintaan menurun setelah hari raya," ujarnya, Senin (13/6/2026).
1. Permintaan menurun, produksi tetap

Produksi ayam pedaging di tingkat peternak jumlahnya justru tetap meskipun permintaannya turun. Hal ini menyebabkan stok ayam lebih banyak dibandingkan permintaan, yang akhirnya memengaruhi harga jual.
Sukasana mengatakan, harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini berkisar Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Angka tersebut jauh di bawah BEP yang seharusnya sekitar Rp23.000 per kilogram. Harga di bawah BEP ini menyebabkan peternak mengalami kerugian.
Kondisi ini diperparah oleh kenaikan harga pakan. Dalam periode yang sama, harga pakan jadi naik sekitar Rp200 per kilogram, sedangkan konsentrat meningkat Rp250 per kilogram akibat kenaikan biaya impor.
2. Peternak mulai menekan populasi ternak ayam

Akibat permintaan harga jual turun dan naiknya harga pakan, banyak peternak mulai menahan produksi serta mengurangi populasi ayam di kandang. Ini menyebabkan harga Day Old Chick (DOC) ikut turun karena minimnya minat peternak untuk mengisi kandang.
“Sekarang semua ditahan oleh peternak. Dikarenakan peternak tidak berani menambah populasi di kandang, permintaan DOC menurun yang menyebabkan harganya juga turun,” kata Sukasana.
Sukasana berharap ke depan serapan pasar dapat kembali membaik sehingga harga ayam bisa stabil.
"Kondisi seperti ini kerap terjadi setiap tahun usai Lebaran. Untuk itu diperlukan solusi agar kerugian peternak tidak terus berulang," ujarnya.
3. Harga daging ayam di pasar mengalami kenaikan tipis

Di sisi lain, penurunan harga di tingkat peternak justru tidak diikuti harga jual di pasar. Berdasarkan pemantauan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan pada awal April 2026, harga daging ayam ras di tingkat pedagang naik tipis 0,26 persen menjadi Rp42.444 per kilogram.
Sementara, harga daging sapi has luar tetap di angka Rp125.000 per kilogram, dan daging babi justru turun 1,31 persen menjadi Rp83.889 per kilogram.









![[QUIZ] Jalani Karma Phala, Kehidupanmu Mirip Siapa di Drakor Phantom Lawyer?](https://image.idntimes.com/post/20260114/1000080688_7a808e1f-8eb8-4378-b5f5-aa870aba78c2.jpg)








