ilustrasi manggis (unsplash.com/Art Rachen)
Direktur PT Bagus Segar Utama sekaligus pengekspor manggis, I Wayan Artika, merintis usaha ekspor manggisnya ini pada 2019 lalu. Dalam memenuhi kebutuhan manggis untuk diekspor, ia mengambil manggis dari petani di Kabupaten Tabanan; Singaraja, Kabupaten Buleleng; Kabupaten Karangasem, dan Negara, Kabupaten Jembrana.
Namun pada 2023 ini, karena manggis berbunga ketika musim kemarau, maka hasil panennya tidak begitu memuaskan. Sebab buahnya menjadi kecil-kecil. Selain itu, jumlah kualitas manggis super untuk kategori ekspor, jumlahnya menurun.
Menurutnya, saat cuaca mendukung biasanya petani manggis bisa menghasilan buah manggis kualitas super sebanyak 70 persen dari hasil panen.
"Sekarang cuma 10-20 persen saja buah kualitas super yang dihasilkan petani. Sehingga hasil panen tahun ini lebih banyak keserap pasar domestik," ujar Artika, Rabu (27/12/2023).