Denpasar, IDN Times - Data grafik informasi kurs Bank Indonesia sejak 26 Mei 2026 hingga 10 Juni 2026, nilai tukar Rupiah terus melemah di angka Rp18.261,85 pada 9 Juni 2026.
Namun dalam dua hari terakhir, 10–11 Juni 2026, Rupiah mulai menunjukkan pemulihan atau kembali menguat, sehingga posisinya turun ke area Rp18.231,71 pada 10 Juni 2026; dan Rp18.060,85 pada 11 Juni 2026. Situasi ini memberikan dampak terhadap banyak sektor. Termasuk penjualan velg dan audio mobil hingga penghobi sepeda.
Karyawan toko spare part dan aksesori mobil di Kota Denpasar, Wibisono, mengatakan saat ini penjualan velg dan audio tidak begitu ramai karena banyak faktor yang memengaruhi di antaranya banyak kegiatan perayaan keagamaan di Bali sejak Mei 2026, dan nilai tukar rupiah.
Naik turunnya Rupiah ini memengaruhi harga ban mobil. Para supliernya sudah memberikan list harga terbaru yang akan diberlakukan pada Juli 2026 mendatang. Padahal kenaikan harganya sudah dilakukan sejak awal Mei 2026.
"Ban itu sudah pada ada kenaikan, sudah pada keluar price list baru semua itu. Tapi ya biasa kalau rutin sih ya setiap tahun itu ban tuh pasti ada kenaikan. Tapi ini udah rilis lagi baru," ungkapnya, pada Kamis (11/6/2026).
Sementara, kenaikan harga velg mobil tidak setajam ban. Penjualan velg variasi mobil mengalami penurunan karena konsumen lebih selektif. Banyak customer memilih membeli bagian-bagian yang penting, bukan aksesori. Biasanya bisa menjual 5-6 set setiap hari. Saat ini, penjualan velg maksimal hanya 3 set atau bahkan tidak ada sama sekali.
Lebih mengejutkan lagi adalah kenaikan harga barang audio seperti head unit, justru terjadi sejak awal tahun. Harga audio dari brand-brand yang basic naik hingga lebih dari 50 persen. Situasi ini dikeluhkan oleh pelanggannya yang memang melakukan repeat order.
"Kan dia kan pakai memori soalnya ya. Ada isu-isu kayak kelangkaan memori dan sebagainya. Itu setiap kali kita order itu pasti naik, lho. Jadi naiknya udah sampai 50 persen lebih ya. Gila itu," ungkapnya.
Wibisono berpendapat, menguatnya Rupiah hari ini tidak sepenuhnya memberikan keuntungan. Harga yang naik membuat customer tidak berani datang ke toko. Terutama harga velg maupun ban yang terus naik dan tidak pernah turun.
FAQ Seputar Harga Ban Mobil di Bali Hari Ini Tetap Naik
Merk ban mobil apa saja yang mengalami kenaikan harga paling tinggi saat ini? | Kenaikan harga bervariasi tergantung kebijakan masing-masing produsen, namun umumnya merk impor dan merk premium lokal seperti Michelin, Bridgestone, dan Gajah Tunggal mengalami penyesuaian harga paling signifikan. |
Apakah ada garansi khusus yang diberikan jika membeli ban mobil dengan harga baru ini? | Garansi yang diberikan adalah garansi standar pabrik (biasanya 3–5 tahun untuk cacat produksi) atau garansi toko/distributor lokal di Bali, bukan jaminan khusus karena adanya kenaikan harga. |
Di wilayah Bali mana saja distributor utama ban mobil yang menawarkan harga paling kompetitif? | Distributor dan toko ban besar dengan jaringan luas biasanya terpusat di sepanjang Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Timur/Barat Denpasar dan kawasan Bypass Ngurah Rai Sanur. |
Apakah kenaikan harga ban ini juga berlaku untuk ban kendaraan besar seperti truk dan bus di Bali? | Ya, kenaikan harga material dasar dan biaya logistik global berdampak secara menyeluruh pada industri ban, termasuk ban untuk kendaraan komersial, truk, dan angkutan pariwisata. |
