Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gen Z di Tabanan Anggap Tapera Bukan Solusi Punya Rumah
Ilustrasi perumahan (rumah123.com)

Tabanan, IDNTimes -Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)  terus mendapat penolakan. Gen Z di Tabanan menilai, Tapera bukanlah solusi bagi generasi mereka untuk memiliki rumah.

Mereka pun berharap pemerintah mengkaji ulang peraturan tersebut dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang lebih utama.

1. Anak muda ini tidak setuju pemotongan gaji untuk Tapera

Ilustrasi gambar rumah di aturan Tapera (google.com/nuaproperti)

Ratna (22) warga asal Desa Buahan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan memaparkan secara pribadi ia tidak setuju dengan peraturan mengenai Tapera tersebut. Hal ini dikarenakan gaji pekerja di Indonesia sudah banyak terpotong, seperti untuk BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,  pajak PPh, tunjangan anak, dan tunjangan lainnya.

"Walaupun cuma sekian persen dari gaji, tapi kalau item potongannya banyak pasti itu mengurangi gaji karyawan. Apalagi kalau gaji mereka masih standar UMR (upah minimum regional)," jelas Ratna, Jumat (7/6/2024).

Menurut Ratna, iuran Tapera tersebut tidak bisa dinikmati langsung oleh pekerja untuk mendapatkan rumah. "Jadi saran ke pemerintah untuk mengaji lagi dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Kalau UMR di Indonesia di atas Rp5 juta masih okelah kebijakan itu," paparnya.

2. Rumah bisa dibeli dengan menabung sendiri

ilustrasi menabung (freepik.com/freepik)

Hal yang sama dipaparkan Ayu Widiasmari (24) asal Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.  Menurutnya, Gen Z seperti dirinya bisa saja membeli rumah asal memiliki pengaturan keuangan yang baik.

"Bagi saya ya atur keuangan dengan baik. Tabung dan sisihkan pendapatan jika memang tujuannya untuk membeli rumah," ujarnya.

Menurut Ayu, teman-teman seusianya kebanyakan bersuara tidak setuju dengan peraturan Tapera ini. Tetapi bagi dirinya yang freelancer, peraturan ini tidak berlaku pada dirinya. "Meski demikian saya juga tidak setuju. Kasihan pekerja yang gajinya sudah minim, dapat potongan sana sini," ujarnya.

3. Gen Z pun punya impian rumah idaman

ilustrasi perumahan subsidi(pixabay.com/mvezokaramchandhay)

Baik Ratna dan Ayu ternyata punya rumah impiannya sendiri. Untuk Ayu sendiri, ia bercita-cita memiliki rumah dengan lima kamar di wilayah Kabupaten Tabanan. "Kalau besaran bajetnya nanti dihitung," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Ratna. Ia juga berkeinginan miliki rumah di wilayah Tabanan. "Bajetnya sekitar Rp300 juta. Tetapi disesuaikan dengan kebutuhan nanti. Saat ini masih nabung," ujarnya.

Editorial Team

Related Article