Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sempat Tertunda, Program AUTP Kembali Bergulir di Tabanan

Sempat Tertunda, Program AUTP Kembali Bergulir di Tabanan
Sawah di Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Intinya Sih
  • Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Tabanan kembali berjalan mulai Juli 2026 setelah sempat tertunda karena menunggu skema pendampingan dari pemerintah pusat.
  • AUTP menargetkan perlindungan bagi sekitar 5.000 hektare lahan sawah, memberikan jaminan bagi petani terhadap risiko gagal panen akibat perubahan iklim.
  • Seluruh premi asuransi ditanggung pemerintah pusat dan daerah, sehingga petani tidak perlu membayar biaya premi dengan nilai klaim tetap Rp6 juta per hektare.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tabanan, IDNTimes- Setelah sempat mengalami penundaan, Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kabupaten Tabanan dipastikan kembali bergulir mulai Juli 2026. Kali ini, AUTP menyasar sekitar 5.000 hektare lahan sawah yang ada di Kabupaten Tabanan.

Premi asuransi akan ditanggung oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Utama, mengatakan kepastian pelaksanaan AUTP tahun ini baru diterima pada Juni 2026 setelah sebelumnya sempat tertunda.

“Paling lambat akhir Juni nanti sudah ada calon petani calon lokasi (CPCL), sehingga mulai Juli program AUTP di Tabanan sudah terlaksana,” ujarnya, Selasa (23/6/2026)

1. Penundaan AUTP dikarenakan menunggu skema pendampingan dari pemerintah pusat

Sawah di Tabanan. (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Sawah di Tabanan. (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Made mengatakan, tertundanya pelaksanaan program pada awal tahun bukan karena kendala di daerah. Tetapi pemerintah daerah masih menunggu kepastian skema pendampingan dari pemerintah pusat melalui PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

"Setelah kepastian diperoleh, kami di Dinas Pertanian langsung menyiapkan tahapan administrasi agar program dapat segera berjalan pada musim tanam padi kedua tahun ini," ujarnya.

Ia melanjutkan saat ini DInas Pertanian sedang melakukan pendataan dan verifikasi CPCL melalui penyuluh pertanian lapangan. Data tersebut nantinya akan diajukan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan alokasi program AUTP.

2. Lahan sawah seluas 5000 hektare ditargetkan mendapatkan tanggungan AUTP

Sawah di Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Sawah di Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Made mengatakan, pelaksanaan AUTP tahun ini, luas lahan yang ditargetkan mencapai 5.000 hektare. Program AUTP terbuka bagi seluruh petani padi di Kabupaten Tabanan, termasuk petani yang pada tahun-tahun sebelumnya telah menjadi peserta program yang sama.

Dengan demikian, petani yang pernah memperoleh perlindungan asuransi tetap dapat kembali terdaftar sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Program ini diharapkan mampu memberikan perlindungan terhadap risiko usaha tani yang semakin tinggi akibat ketidakpastian iklim. Perubahan cuaca yang sulit diprediksi berpotensi mempengaruhi produksi padi dan menyebabkan kerugian bagi petani.

"Apabila terjadi gagal panen, petani masih memiliki perlindungan sehingga bisa kembali menanam dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian," kata Made.

3. Petani tidak perlu membayar premi asuransi

Sawah di Tabanan  (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Sawah di Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Dalam skema pembayaran premi asuransi, menurut Made presentase yang ditanggung pemerintah pusat tidak berubah yaitu sebesar 80 persen. Bedanya, jika 20 persen biasanya ditanggung oleh petani, tahun ini ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan.

"Petani tidak dibebani biaya premi untuk mengikuti program AUTP ini," ujar Made Utama.

Selain itu, nilai klaim yang diberikan juga masih tetap sebesar Rp 6 juta per hektare. Klaim tersebut dapat diajukan apabila terjadi gagal panen sesuai ketentuan yang berlaku dalam program AUTP.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Bali

See More