Waspada Gelombang Laut Kategori Tinggi di Bali pada 1-4 Juni 2026

- BMKG Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5–4 meter di sejumlah perairan Bali untuk periode 1–4 Juni 2026, termasuk Selat Badung dan perairan Selatan Pulau Bali.
- Kondisi angin berkisar 4–25 knot dari arah Timur-Tenggara berpotensi membahayakan kapal nelayan, tongkang, hingga feri yang melintas di wilayah laut Bali.
- Fenomena bulan purnama pada 31 Mei 2026 meningkatkan risiko banjir rob di pesisir Selatan Jembrana hingga Klungkung, berdampak pada aktivitas pelabuhan dan pemukiman pesisir.
Denpasar, IDN Times - Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Bali diharapkan hati-hati dan waspada dengan gelombang laut yang dapat mencapai 4 meter atau kategori tinggi. Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan untuk periode 1-4 Juni 2026 terkait potensi gelombang tinggi di wilayah Bali, dengan ketinggian gelombang laut dapat mencapai 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, Selat Bali bagian Selatan, dan Perairan Selatan Pulau Bali.
Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah perairan Utara Bali bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan antara 4-25 knot. Sedangkan pola angin di perairan Selatan Bali umumnya bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan antara 4-20 knot.
Waspada banjir Rob di wilayah pesisir Bali

Fenomena bulan purnama pada 31 Mei 2026 kemarin, diungkap BMKG, berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di pesisir Selatan Jembrana, pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, dan pesisir Selatan Kabupaten Klungkung. Fenomena alam ini berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Kecepatan arus di perairan Utara Pulau Bali 0,90-1,08 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,39-1,72 kt; Selat Bali bagian Selatan 1,25-1,36 kt; Selat Badung 1,13-2,36 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,33-1,62 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,51-2,64 kt.

![[QUIZ] Tiga Macam Sifat Triguna, Ini Tokoh Upin dan Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250525/img-20250524-171040-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-18c86825124943ca3aa285fede1cb3b7.jpg)















