Tim SAR Evakuasi Pendaki Pingsan di Gunung Agung

- Seorang pendaki asal Tabanan bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya pingsan akibat kelelahan di ketinggian 2.200 mdpl saat mendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026).
- Tim SAR gabungan bersama pemandu lokal melakukan evakuasi bertahap dari jalur Pasar Agung hingga korban berhasil dibawa turun sekitar pukul 18.00 Wita.
- Korban langsung mendapat penanganan medis dari tim Puskesmas Selat setelah dievakuasi, sementara operasi penyelamatan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat setempat.
- Seorang pendaki asal Tabanan bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya pingsan akibat kelelahan di ketinggian 2.200 mdpl saat mendaki Gunung Agung bersama rombongan delapan orang.
- Tim SAR gabungan, termasuk pemandu lokal dan personel Pos Pencarian Karangasem, melakukan evakuasi bertahap hingga korban berhasil dibawa turun melalui jalur Pendakian Pasar Agung.
- Setelah tiba di Pos Pendakian Pasar Agung sekitar pukul 18.00 Wita, korban langsung mendapat penanganan medis dari tim Puskesmas Selat untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Karangasem, IDN Times- Seorang pendaki asal Kabupaten Tabanan harus dievakuasi oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan setelah mengalami kelelahan hingga kehilangan kesadaran saat berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), Sabtu (18/7/2026).
Korban berhasil dibawa turun melalui jalur Pendakian Pasar Agung, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, sebelum mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selat.
Korban diketahui bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45). Ia berangkat bersama rombongan yang berjumlah delapan orang dari Pura Pasar Agung sekitar pukul 12.00 Wita. Namun, sekitar dua jam setelah pendakian dimulai, korban mendadak mengalami kelelahan berat hingga tidak sadarkan diri saat berada di ketinggian sekitar 2.200mdpl.
Laporan mengenai kondisi korban segera diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Menindaklanjuti informasi tersebut, Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem langsung mengerahkan personel menuju lokasi.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Bhayangkara, mengatakan proses penyelamatan dipercepat dengan melibatkan pemandu lokal yang lebih dulu bergerak ke lokasi.
"Pada pukul 15.00 Wita tim pertama yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi," ujar Putu Bhayangkara.
1. Tim SAR gabungan bergantian menuju lokasi korban

Selain pemandu lokal, sembilan personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem juga diberangkatkan menuju Pos Pendakian Pasar Agung untuk memperkuat operasi penyelamatan.
Sekitar pukul 15.30 Wita, tim pertama berhasil menemukan korban yang masih berada di ketinggian sekitar 2.200mdpl. Tidak lama kemudian, pada pukul 16.40 Wita, SRU 2 yang terdiri atas 15 personel menyusul dan bertemu dengan tim pertama di ketinggian sekitar 2.100mdpl untuk membantu proses evakuasi menuju jalur pendakian.
2. Korban mendapat penanganan medis setelah berhasil dievakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan karena korban masih belum sadarkan diri selama proses penurunan.
Sekitar pukul 18.00 Wita, korban berhasil dibawa tiba di Pos Pendakian Pasar Agung. Tim medis dari Puskesmas Selat langsung memberikan penanganan awal sebelum korban dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Selat untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
3. Evakuasi melibatkan tim SAR gabungan

Operasi penyelamatan ini melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babinsa Selat, Bhabinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Dinas Pemadam Kebakaran Selat, Puskesmas Selat, pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban, serta masyarakat setempat.








.jpg)








