Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Hutan Lindung Pemuteran di Buleleng, Pemadaman Masih Berlanjut

Kebakaran Hutan Lindung Pemuteran di Buleleng, Pemadaman Masih Berlanjut
Ilustrasi api, Kebakaran (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
5W1H
  • Kebakaran melanda Hutan Lindung Desa Pemuteran, Buleleng sejak 18 Juli 2026 akibat dampak kekeringan El Nino Godzilla yang meluas di wilayah Bali.
  • Medan terjal dan akses terbatas membuat pemadaman dilakukan manual oleh tim gabungan BPBD menggunakan water bag serta alat sederhana untuk menahan laju api.
  • TRC Regu II BPBD Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali dan unsur terkait masih berjaga di lokasi guna memantau serta melanjutkan proses pemadaman secara berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buleleng, IDN Times - Dampak kekeringan akibat El Nino Godzilla di Indonesia sejak April hingga Oktober 2026, mulai terlihat di Buleleng, Bali. Area Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng mengalami kebakaran, sejak Sabtu (18/7/2026). 

Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan penanganan kebakaran ini melibatkan berbagai unsur, sebab menemui berbagai tantangan di lapangan. 

“Kondisi medan yang terjal serta akses terbatas membuat proses pemadaman tidak memungkinkan menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berukuran besar,” ujar Sudana pada Sabtu (18/7/2026). 

1. Petugas harus mendaki ke titik kebakaran

kebakaran hutan.jpg
Petugas menangani kebakaran kawasan hutan lindung di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerogak, Buleleng. (Pemkab Buleleng)

Sudana menjelaskan, sejak Sabtu pagi Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melaksanakan pendakian menuju titik kebakaran. Sejumlah kendala dihadapi petugas, mulai dari kondisi medan terjal hingga akses terbatas.

Personel membawa kantong air atau water bag, hingga memanfaatkan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang terus menyala di sejumlah titik. 

“Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, tim dibagi menjadi dua regu sehingga pemadaman dapat dilakukan dari beberapa arah sekaligus guna menahan laju penyebaran api,” jelasnya..

2. Cuaca kering berangin sebabkan api terus merambat

Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama
Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama

Cuaca kering serta embusan angin di kawasan perbukitan menyebabkan api terus merambat ke area vegetasi di sekitarnya. Akibatnya, api masih terlihat membakar kawasan hutan hingga pukul 15.00 WITA.

Meskipun demikian, Sudana menyampaikan bahwa seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.

Penanganan kebakaran ini juga melibatkan kolaborasi seluruh unsur karena tantangan medan di lokasi cukup berat.

“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana,” jelasnya.

Sudana menegaskan seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api, meskipun dengan peralatan terbatas.

3. Regu masih berjaga di lokasi kebakaran

Ilustrasi hutan adat. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi hutan. (IDN Times/Yuko Utami)

TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya pemadaman. Termasuk pemantauan perkembangan kebakaran.

“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” imbuh Sudana.

Tim gabungan yang terlibat dalam upaya penanganan kebakaran di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, LPHD, serta unsur terkait lainnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Bali

See More