Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gejolak Timur Tengah, Dispar Bali Pantau Tingkat Kedatangan Wisman
Pantai Sanur. (IDN Times/Irma Yudistirani)
  • Konflik antara Israel-AS dan Iran memicu gejolak geopolitik global yang turut diawasi oleh Dinas Pariwisata Bali karena berpotensi memengaruhi stabilitas sektor pariwisata di pulau tersebut.
  • Kepala Dispar Bali, I Wayan Sumarajaya, menyatakan pihaknya terus memantau kedatangan wisatawan mancanegara serta berkoordinasi dengan pelaku industri untuk mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah.
  • BPS Bali mencatat penurunan 12,3 persen kunjungan wisman pada Januari 2026 dibanding Desember 2025, sementara gangguan penerbangan dari Timur Tengah dikhawatirkan memperburuk tren tersebut.
    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Pariwisata Provinsi Bali memantau tingkat kedatangan wisatawan mancanegara setelah pecahnya konflik bersenjata antara Israel yang didukung Amerika Serikat dengan Iran, yang menimbulkan gejolak geopolitik global.
  • Who?
    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya dan Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjadi pihak yang memberikan keterangan terkait kondisi pariwisata dan data kunjungan wisatawan.
  • Where?
    Kegiatan pemantauan dan koordinasi dilakukan di Provinsi Bali, termasuk pernyataan resmi yang disampaikan dari Denpasar dan Kantor BPS Bali.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 2 Maret 2026, dua hari setelah eskalasi konflik di Timur Tengah terjadi dan saat data kunjungan Januari 2026 diumumkan.
  • Why?
    Pemantauan dilakukan karena adanya potensi dampak dari konflik Timur Tengah terhadap penerbangan internasional serta kemungkinan penurunan jumlah wisatawan ke Bali.
  • How?
    Dinas Pariwisata melakukan pemantauan data kunjungan wisman secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi serta pelaku pariwisata untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat gangguan penerbangan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Perang Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS) melawan Iran, mengakibatkan gejolak pada kondisi geopolitik dunia. Kondisi ini berdampak juga pada stabilitas aspek dunia misalnya sosial dan ekonomi, termasuk pariwisata di Bali. Meskipun belum menunjukkan angka penurunan wisatawan mancanegara (wisman), pembatalan sejumlah rute penerbangan internasional dari negara-negara di Timur Tengah ke Bali menjadi perhatian.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus memantau kunjungan wisman pascaeskalasi konflik di Timur Tengah meletus.

“Sampai saat ini data kunjungan wisatawan asing terus kami pantau,” kata Sumarajaya saat dhubung IDN Times, Senin (2/3/2026).

Berharap konflik tidak meluas

Ilustrasi perang Iran Israel (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain memantau kunjungan wisman, Sumarajaya melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan pelaku pariwisata. Kata Sumarajaya, koordinasi tersebut dilakukan untuk bersama-sama mengurangi dampak dari situasi geopolitik yang tiba-tiba dan tak terduga terhadap pariwisata Bali. Sumarajaya mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan angka kunjungan wisman dari Timur Tengah.

“Karena kejadiannya baru terjadi dua hari, kami terus mengamati perkembangan termasuk kedatangan wisatawan,” ujarnya. 

Dampak gejolak geopolitik yang tak terhindarkan, Sumarajaya berharap agar konflik ini tidak semakin meluas, tidak berlangsung lama, dan tidak berdampak yang signifikan terhadap pariwisata.

BPS Bali mencatat kunjungan wisman ke Bali turun pada Januari 2026

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, pada Senin (2/3/2026). (IDN Times/Yuko Utami)

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat 502.205 kunjungan wisman ke Bali pada Januari 2026. Jumlah tersebut lebih rendah 12,3 persen jika dibandingkan dengan Desember 2025.

“Kondisi ini normal. Meski demikian, jika dibandingkan bulan yang sama turun 5,23 persen lebih,” kata Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan di Kantor BPS Bali, pada Senin (2/3/2026).

Saat ditanya soal potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap pariwisata Bali, Agus belum dapat memastikan lebih dalam.

“Lesu atau gaknya saya belum berani memberikan statement (keterangan) ya, tapi kalau turun iya, Januari. Nah, apakah Februari nanti akan meningkat, saya gak tahu,” ujarnya.

Penerbangan terganggu dan implikasi terhadap kunjungan wisman

Ilustrasi bepergian dengan pesawat terbang. (Dok.IDN Times)

Agus mengaitkan antara terganggunya penerbangan, memungkinkan penurunan kunjungan wisman sepanjang penerbangannya terganggu. Ia mencontohkan, saat Perang Teluk, penerbangan dari Timur Tengah ke Bali mengalami kesulitan, begitu pula sebaliknya.

Daya ekonomi Bali yang bergantung pada pariwisata, kata Agus memungkinkan hal tersebut terjadi. Meskipun demikian, Ia berharap perang Israel-AS dan Iran tidak secara signifikan memengaruhi perekonomian di Bali.

“Tapi apakah itu akan ada pengaruhnya? Kemungkinan iya, tapi kita sama-sama berdoalah. Semoga pengaruhnya tidak terlalu besar,” harap Agus.

Editorial Team