Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertama Kali, Bali Ekspor Ribuan Bir Kaleng ke Australia
foto hanya ilustrasi (pixabay.com/spooky_kid)

Badung, IDN Times – Potensi ekonomi Bali kini tidak hanya di bidang pariwisata, dan hasil perkebunan saja. Bali kembali menjajaki pasar mancanegara dengan produk hasil industri Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Yakni bir dengan merek Kura-Kura yang diekspor ke Australia.

Pengeskporan perdana MMEA ini diungkapkan langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Puguh Wiyatno, Kamis (21/12/2023) lalu.

1.Ribuan bir kaleng dari Bali diekspor ke Australia

MMEA yang diekspor ke Australia (instagram Kurakurabeer)

Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Puguh Wiyatno, mengatakan ekspor bir ke Australia pertama kali ini sebanyak 4.224 liter atau 8.448 kaleng. Mereknya adalah Kura-Kura, yang diekspor oleh PT Tri Hita Citra Persada. Ini menjadi eskpor pertama MMEA dari Bali ke luar negeri.

“Ini pelepasan ekspor perdana MMEA tujuan Australia,” katanya, Jumat (22/12/2023).

2.Potensi perekonomian Bali bukan hanya pariwisata

ilustrasi minum minuman beralkohol (pexels.com/pressmaster)

Ekspor MMEA ini merupakan langkah positif mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali, dan memberikan tambahan devisa negara. Menurutnya, Bali memiliki banyak potensi ekonomi, selain pariwisata. Di antaranya beragam potensi sumber daya alam seperti cokelat, dan kopi yang juga sudah diekspor ke beberapa negara. Kemudian hasil industri ini yang juga mulai merambah ke mancanegara.

“Semoga semua hal tersebut mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali,” ungkap Puguh.

3.Ekonomi Bali tumbuh didukung oleh sektor makanan, dan minuman

Paxels/Chan Walrus

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali sampai triwulan III tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,35 persen (yoy atau year on year). Struktur dari sisi produksi pada waktu tersebut masih didominasi lapangan usaha penyedia akomodasi, dan makan minuman sebesar 20,37 persen.

Editorial Team

Related Article