Dua WNA Terjebak di Bawah Tebing Uluwatu, Sampai Dievakuasi Helikopter

- Dua WNA asal Rusia terjebak di bawah tebing Uluwatu dan berhasil dievakuasi dengan helikopter setelah menghubungi El Kabron Bali Beach Club untuk meminta bantuan.
- Tim SAR gabungan menghadapi medan sulit saat evakuasi, sehingga memutuskan menggunakan helikopter SGI Benoa dengan sistem hoisting untuk menyelamatkan kedua korban.
- Basarnas Denpasar menyebut air laut mulai naik selama proses penyelamatan, namun kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka ringan.
Badung, IDN Times - Dua orang warga negara asing (WNA) asal Rusia terjebak di tebing Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung sekitar pukul 13.30 Wita, Kamis (13/4/2026). Mereka adalah perempuan berinisial DZ (21) yang menginap di Seminyak, dan laki-laki berinisial SS (52) yang menginap di Ungasan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota (Kasi Humas Polresta) Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan keduanya dalam kondisi selamat setelah dievakuasi dengan menggunakan helikopter karena medan yang sulit.
"Kedua korban dievakuasi dengan selamat," ungkapnya.
1. Korban menelepon El Kabron meminta tolong dievakuasi

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan kedua korban menghubungi El Kabron Bali Beach Club untuk meminta tolong karena terjebak di tebing. Mereka mendapatkan nomor telepon El Kabron Bali Beach Club dari papan reklame yang terpasang di sisi tebing.
Pihak El Kabron Bali Beach Club kemudian meneruskan laporan permintaan evakuasi tersebut ke pihak kepolisian setempat dan Basarnas.
"Penelepon mendapat nomor telepon EL Kabron Bali dari papan reklame yang terpasang di sisi tebing yang dilihat oleh penelepon," ungkapnya.
2. Evakuasi korban mengalami kendala medan yang sulit

Delapan personel Basarnas dan petugas gabungan mengevakuasi kedua korban sekitar pukul 13.30 Wita. Tim SAR Gabungan kesulitan saat mengevakuasi korban karena medannya cukup sulit. Sehingga mereka memutuskan menggunakan helikopter SGI Benoa untuk evakuasi.
Sekitar pukul 14.58 Wita, Helikopter SGI tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi korban dengan system hoisting. Keduanya belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam perawatan dan trauma.
"Setelah berhasil diselamatkan kedua korban dibawa ke Heliport SGI Benoa dalam keadaan sehat," terangnya.
3. Basarnas memantau air laut sudah mulai naik ke atas

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan evakuasi korban terkendala karena berada di bawah tebing dan air laut mulai naik.
Helikopter tersebut take off dari posisinya di Hellyport Benoa pada pukul 14.46 Wita bersama 5 personel on board. Sekitar 12 menit mengudara, mereka tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi dengan sistem hoisting. Korban SS mengalami luka ringan di kaki dan siku sebelah kiri.
"Anggota kita dari Kantor SAR Denpasar, Basarnas Bali langsung koordinasi dan on board personel kita di helikopter SGi Air Bali 1 orang," terangnya,


















