Ikut Trend Game, Anak di Denpasar Melompat dari Lantai 3 Pasar

- Seorang siswi SD berusia 13 tahun di Serangan jatuh dari lantai 3 Pasar Desa Adat Serangan saat membuat video, dan rekamannya viral di media sosial.
- Polresta Denpasar menyelidiki kasus ini bersama Direktorat Siber Polda Bali, menemukan indikasi korban terpengaruh tren dalam Omori Game tanpa adanya unsur perundungan.
- Korban mengalami patah tulang pada kaki dan tangan kanan, telah menjalani operasi, sementara polisi mengimbau orangtua lebih waspada terhadap aktivitas daring anak-anak.
Denpasar, IDN Times - Seorang anak perempuan kelas 6 sekolah dasar (SD) berinisial KA (13) terjatuh dari Lantai 3 Pasar Desa Adat Serangan sekitar pukul 17.00 Wita, pada Minggu lalu, 19 April 2026. Videonya viral di media sosial (medsos) lokal satu minggu setelah kejadian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Kasat Reskrim Polresta) Denpasar, Kompol Agus Riwayanto, menyampaikan pihaknya telah menyelidiki kasus tersebut dengan bantuan dari oleh Direktorat Siber Polda Bali. Hasil koordinasi dengan psikolog menyebutkan, ada sedikit peran atau imbas Omori Game pada kejadian tersebut. Korban ingin mengikuti trend dalam gim tersebut untuk diviralkan.
"Kami sudah mengamankan hape (handphone) yang digunakan untuk merekam. Jadi kita memang melihat di situ tidak ada indikasi-indikasi bullying. Tapi memang karena korban yang jatuh ini ada terindikasi termotivassi dengan adanya satu game," ungkapnya, pada Kamis (23/4/2026).
Kejadian tersebut berawal dari korban membuat video joget-joget di tempat kejadian perkara (TKP), yang direkam oleh teman korban. Tiba-tiba korban lari dan berdiri di pinggir bangunan lantai 3. Dalam jeda beberapa detik, ia melompat. Korban terjun bebas dari lantai 3 pasar.
Seorang saksi yang melintas di TKP, Ketut Prasi (46), kaget melihat kerumunan di sisi Timur pasar. Sedangkan ayah korban, MK (40), menyatakan anaknya sedang merayakan ulang tahun bersama lima temannya. Ia tidak mengetahui penyebab anaknya melompat.
Korban sempat tidak sadarkan diri saat kejadian. Kedua kaki dan tangan kanannya mengalami patah tulang. Korban juga telah menjalani operasi di rumah sakit. Atas kejadian itu, Agus berpesan agar orangtua lebih memperhatikan apa saja yang diakses oleh anak-anaknya di dunia maya.


















