Denpasar, IDN Times - Desa Utak Atik di Bali adalah wadah bagi masyarakat desa yang mendorong mereka sebagai pelaku utama inovasi, bukan sekadar penerima teknologi. Desa Utak Atik merupakan inisiatif CAST Foundation, dan Fab Lab Bali.
Dalam menjalankan programnya melibatkan kelompok peneliti dan inovator lokal maupun internasional yang berasal dari latar belakang keahlian berbeda seperti desain, fabrikasi digital, teknik, serta ahli dalam pengembangan proyek dan program taraf internasional.
Design & Innovation Manager Fab Lab Bali, Tafia Sabila Khairunnisa, mengatakan inisiatif Desa Utak-Atik ini berawal dari program Desa Hidrogen Hijau yang dimulai pada awal 2024. Setelah melalui fase pertama selama dua tahun, program ini berkembang menjadi Desa Utak-Atik, yang diperkenalkan pada Desember 2025 dengan fokus sebagai wadah eksplorasi dan pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis komunitas.
"Selama dua tahun terakhir, program secara rutin menyelenggarakan lokakarya bulanan bersama kelompok anak-anak di salah satu banjar di Serangan, dengan peserta yang sama untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan. Pendekatan ini kemudian mulai diperluas melalui keterlibatan kelompok pemuda, banjar lainnya, serta kelompok nelayan," jelasnya.