Hari Baik Hindu Bali 27 Oktober 2026, Saatnya Membuat Anyaman

- Selasa, 27 Oktober 2026, kala atat dinilai baik untuk membuat tali, tali pancing, serta mengerjakan anyaman.
- Kala katemu baik untuk menangkap ikan, berburu, memasang jerat, dan mengadakan pertemuan; carik walangati tidak baik untuk pernikahan, ngaben, maupun membangun rumah.
- Kala luang mendukung pembuatan terowongan dan penanaman umbi, sementara taliwangke baik untuk memperbaiki pagar; terdapat larangan tertentu pada peralatan besi, upacara, tenun, dan tali ternak.
Selamat pagi semuanya, apa kabar kalian hari ini? Jaga kesehatan dan tetap semangat menjalani aktivitas ya. Ada berbagai rekomendasi ramalan hari baik Hindu Bali untukmu pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Mengawali pagi ini ada ramalan kala atat yang baik untuk membuat tali, tali pancing, serta melakukan pekerjaan anyam-anyaman. Bagaimana dengan ramalan selengkapnya? Yuk baca di bawah ini.
1. Baik menangkap ikan

Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami) Kala katemu adalah hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan.
Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
2. Baik membuat terowongan

Terowongan Mina kembali dilewati kendaraan usai pelaksaan puncak haji 2023. (IDN Times/Sunariyah) Kala luang adalah hari baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan sebagainya) serta Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya).
3. Baik memperbaiki pagar

Ilustrasi pagar (IDN Times/Yuko Utami) Taliwangke adalah hari baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, dan membuat tali pengikat padi/benda-benda mati.
Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun dan membuat tali ternak. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Buat Astawa, Pratiti: Jati.





















