Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Baik Hindu Bali 28 Oktober 2026, Saatnya Bepergian ke Utara

Kab. Gianyar
2 min read
Hari Baik Hindu Bali 28 Oktober 2026, Saatnya Bepergian ke Utara
Ilustrasi bepergian dengan pesawat terbang
  • Rabu, 28 Oktober 2026, catur laba dinilai baik untuk bepergian ke arah utara serta beberapa kegiatan terkait Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
  • Hari ini baik untuk mulai belajar, membuat almari atau gudang, pekerjaan yang memakai api, serta membuka lahan pertanian baru dan upacara Bhuta Yadnya.
  • Sedana yoga mendukung pembuatan sarana dagang dan mulai berjualan, sementara sejumlah waktu dinilai tidak baik untuk pernikahan, ngaben, membangun rumah, menanam, atau pekerjaan tanah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu, Rabu (28/10/2026).

Mengawali pagi ini ada ramalan catur laba yang baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. Bagaimana dengan ramalan lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

  1. 1. Baik untuk belajar

    Ilustrasi belajar dari rumah (Dok. IDN Times Sumut/Istimewa)
    Ilustrasi belajar dari rumah (Dok. IDN Times Sumut/Istimewa)

    Kala isinan adalah hari baik untuk mulai belajar, membuat almari, membuat gudang atau tempat barang-barang. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. 

    Geni rawana adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Kajeng kipkipan artinya baik untuk membuat dungki (keranjang kecil tempat ikan). 

  2. 2. Baik membuka lahan pertanian baru

    Ilustrasi kebun lada (IDN Times/Sunariyah)
    Ilustrasi kebun lada (IDN Times/Sunariyah)

    Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Kajeng uwudan merupakan hari yang tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. 

    Kala gumarang munggah merupakan hari baik melakukan upacara Bhuta Yadnya. Namun, tidak baik untuk menanam sirih dan tembakau. Kala mereng adalah hari yang tidak baik untuk bercocok tanam 

  3. 3. Baik mulai berjualan

    Salah satu lapak jualan di Pantai Lasiana yang kosong di samping lapak yang masih bertahan. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
    Salah satu lapak jualan di Pantai Lasiana yang kosong di samping lapak yang masih bertahan. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

    Sedana yoga adalah hari baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, dan mulai berjualan karena akan murah rejeki. Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan. 

    Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya) serta upacara Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya). Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Bhawa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More