Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cegah Potensi Kematian pada DBD dengan Cara Jaga Asupan Cairan
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah. (pixabay.com)

Tabanan, IDN Times - Demam berdarah denque (DBD) merupakan penyakit endemik yang kerap muncul di Tanah Air pada musim-musim tertentu. Penyakit yang dikarenakan virus ini sebenarnya bisa sembuh sendiri dan bisa dirawat di rumah jika pasien mendapat pertolongan medis sejak dini. 

Biasanya, kasus meninggal DBD karena terjadi pendarahan pada pasien sehingga pasien mengalami kekurangan cairan yang menyebabkan terjadinya syok. Oleh karena itu asupan cairan yang baik menjadi salah satu langkah utama yang harus dilakukan jika terinfeksi DBD.

Untuk Tabanan sendiri tahun 2024 ini mencatat dua kasus kematian karena DBD.  Berikut hal-hal yang harus dilakukan masyarakat jika mengalami DBD.

1. Jangan abai dan tetap minum saat terinfeksi DBD

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tabanan, AA Ngurah Putra Wiradana memaparkan, warga yang demam selama tiga hari berturut-turut--meski sudah minum obat-- harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

"Apabila didiagosa DBD maka minumlah yang cukup saat sakit. Hal ini biasanya diabaikan oleh pasien," ujar Agung, Jumat (17/5/2024).

Menurut Agung, kematian karena DBD biasanya dikarenakan terjadi kebocoran di pembuluh darah. "Karena  kebocoran ini menyebabkan cairan keluar dari pembuluh darah sehingga tekanan di pembuluh darah menurun. Ini menyebabkan syok atau awamnya adalah tensinya drop," jelas Agung.

Dengan minum yang cukup membuat cairan di pembuluh darah terjaga sehingga mencegah terjadinya syok pada pasien. "Mau air putih, jamu sampai jus. Intinya air atau cairan lainnya harus cukup," ujar Agung.

2. Tabanan catat dua kematian karena DBD

ilustrasi Pasien (pexels.com/Anna Shvets)

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tabanan dari Januari hingga April tercatat 747 kasus DBD dengan rincian:

  • Januari: 83 kasus
  • Februari: 163 kasus
  • Maret: 197 kasus
  • April: 304 kasus

Selain mengalami peningkatan, pada bulan April juga tercatat dua kematian karena DBD. Menurut Agung, dalam hal penanganan DBD, pihak Dinas Kesehatan Tabanan telah mengambil langkah-langkah seperti:

  • Pencegahan dan pengendalian kasus DBD bersama puskesmas
  • Melakukan surveilans realtime
  • Manajemen vektor nyamuk baik dengan fogging fokus pada daerah kasus, larvasida hingga  pemeriksaan jentik berkala.
  • Melakukan pemberdayaan partisipasi masyarakat dengan gerakan  pemberantasan sarang nyamuk (PSN)
  • Dari sisi layanan kesehatan dengan melakukan tatalaksana pelayanan untuk dengue sesuai standar atau SOP.

3. Vaksin DBD dalam pembahasan

ilustrasi suntik vaksin (freepik.com/freepik)

Menurut Agung, pemerintah saat ini berencana untuk meluncurkan program vaksinasi untuk DBD. "Pembicaraan ke arah sana sudah ada. Hari ini ada Forum Group Discussion (FGD) mengenai vaksinasi DBD," ujar Agung.

Untuk di Tabanan sendiri, layanan vaksin DBD sudah tersedia di RSU Kasih Ibu Tabanan. Menurut Direktur RSU Kasih Ibu Tabanan, Ni Gusti Ayu Made Sri Pujarini tahun 2024, baru dua orang yang booking untuk vaksin DBD. 

"Ada dua yang melakukan booking, tetapi hanya satu yang memenuhi syarat untuk vaksin. Satunya lagi karena usianya di atas 50 tahun," ujarnya.

Hingga September 2024, RSU Kasih Ibu Tabanan menggelar promo potongan harga untuk layanan vaksin DBD, dari Rp1.394.00 menjadi Rp1.000.000.

Editorial Team

Related Article