Gianyar, IDN Times - Anak muda berbaris rapi, ada juga yang terlihat malu-malu dengan senyum sumringah. Sementara itu, sosok laki-laki duduk di depan mereka, memberikan tanda tangan, dan menerima ajakan foto bersama. Laki-laki itu adalah Baskara Putra, musisi dengan karya-karya yang lekat di memori kaula muda.
Lagu-lagunya terasa seperti lembaran buku harian. Relatable, mampu menemani suasana hati di tengah situasi tidak pasti hingga proses pencarian jati diri.
Kepada IDN Times, Baskara mengaku baru pertama kali berada di panggung Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) ke-23. UWRF 2026 mengusung tema Samarasa: Awareness, Empathy, Action, bertujuan mendorong empati dan perubahan sosial dengan jembatan sastra dan budaya.
Baskara mengisi sesi bertajuk Baskara Putra: Soundtrack of a Generation di Valley Stage, Taman Baca Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Kamis (22/10/2026).
Bagian langit-langit panggung ini berhiaskan layangan janggan, melambangkan sosok naga. Selama satu jam, sesi ini dipandu oleh Moderator Jasmine Ansori yang berakhir pukul 11.00 Wita.
“Menyenangkan, happy ada di sini. Dari dulu saya pengen ke Ubud Writers sebagai tamu, sebagai pengunjung, tapi gak pernah kesampaian karena jadwal, karena kesibukan,” tutur Baskara.
