Orangtua Wajib Sensitif Jika Anak Tidak Mau ke Sekolah

Korban perundungan butuh perhatian

Badung, IDN Times-Kasus perundungan kembali menjadi sorotan publik setelah kejadian seorang remaja di Temanggung, Jawa Tengah nekat membakar sekolahnya. Aksi tersebut dikarenakan remaja tersebut karena sakit hati dirundung oleh teman hingga gurunya.

Hal serupa, perundungan juga dialami salah satu siswa di Desa Dalung. Siswa Sekolah Dasar tersebut sempat mogok tidak mau sekolah karena mendapat perundungan oleh temannya. Pihak orangtua kemudian mengadu kepada gurunya atas perlakuan perundungan yang diterima anaknya.

Baca Juga: Koster Sebut Batalnya World Beach Games  di Bali Bukan Karena Dia

Baca Juga: Penumpang Pesawat ke Bali Naik 9 Persen, Tertinggi Usai Pandemik

1. Anak mogok sekolah dan tidak terbuka kepada orangtua

Orangtua Wajib Sensitif Jika Anak Tidak Mau ke SekolahIlustrasi kekerasan pada anak (IDN Times/Sukma Shakti)

Salah satu warga Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara yang bernama Wayan Pageh menyampaikan bahwa ia sempat bingung dengan sikap anaknya yang duduk di kelas 4 salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Badung. Pasalnya, tepat sebulan setelah tahun ajaran baru tahun 2022 lalu, anaknya tiba mogok sekolah.

Ia yang kebingungan berusaha untuk mencari tahu penyebab anaknya bersikap demikian. Namun hal itu diakuinya tidak mudah, karena putranya bersikap tertutup.

"Pernah. Awalnya tidak mau cerita, akhirnya mulai terbuka setelah melihat gerak-gerik anak," ungkapnya pada Jumat (7/7/2023).

2. Perundungan terjadi oleh salah satu siswa yang dominan di sekolahnya

Orangtua Wajib Sensitif Jika Anak Tidak Mau ke SekolahIlustrasi perundungan. IDN Times/Mardya Shakti

Sang anak kemudian mengaku kepada Wayan bahwa ia mendapatkan bullying di sekolahnya. Yakni kerap diejek karena tidak mengikuti kehendak salah satu anak yang dominan di sekolahnya.

Selaku orangtua, ia langsung berkomunikasi kepada guru di sekolah terkait hal tersebut. Bahwa anaknya sempat mendapat tindakan perundungan. Dan mogok pergi ke sekolah sehari.

"Anak sempat tidak mau ke sekolah karena merasa kerap diejek, dan tidak mau diajak bermain. Tapi setelah saya upayakan berkomunikasi kepada pihak sekolah anak mulai mau kembali sekolah," ungkapnya.

3. Sekolah diharapkan bertindak tegas terhadap pelaku perundungan

Orangtua Wajib Sensitif Jika Anak Tidak Mau ke SekolahIlustrasi sekolah dalam pengawasan KPAI (dok. KPAI)

Sejak saat itu anaknya memilih tidak mau bermain sama pelaku perundungan. Untuk berinteraksi dan berkegiatan di sekolahnya, anaknya lebih memilih temen yang berbeda kelas.

Sementara itu, sebagai orangtua ia berharap kasus-kasus perundungan terutama di lingkungan sekolah bisa ditekan. Dan pihak sekolah diharapkan bersikap tegas terhadap pelaku perundungan.

"Sudah mulai ada perubahan setelah pihak sekolah saya minta berkomunikasi kepada pihak orangtua perundung," ungkapnya.

Topik:

  • Silfa Humairah Utami

Berita Terkini Lainnya