RSUD Tabanan Siap Tangani Pasien Super Flu, Punya 6 Ruang Isolasi

- RSUD Tabanan memiliki 6 tempat tidur di ruang isolasi untuk pasien Super Flu
- Belum ada surat edaran resmi dari Dinas Kesehatan terkait penanganan pasien Super Flu
- Masyarakat diharapkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menghindari infeksi Super Flu
Tabanan, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan mengaku siap dalam mengatasi pasien Super Flu yang saat ini dilaporkan sudah ada di Bali. Seperti diketahui RSUD Tabanan merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang memiliki ruang isolasi saat menangani kasus COVID-19 beberapa waktu lalu.
Dengan adanya pengalaman dalam penanganan kasus COVID-19 ditambah dengan tersedianya ruangan isolasi dan perlengkapan penunjang lainnya, membuat RSUD Tabanan selalu siap jika adanya kasus Super Flu di Tabanan. "Sampai sekarang kasus Super Flu belum ada di Tabanan. Tetapi jika semisalnya ada, kami dari RSUD Tabanan sudah siap," ujar Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu RSUD Tabanan, dr I Gusti Ngurah Bagus Juniada, Rabu (14/1/2026)
1. Tersedia enam tempat tidur di ruangan isolasi

Apabila membutuhkan ruang perawatan isolasi, Bagus Juniada mengatakan jika RSUD Tabanan memiliki enam tempat tidur di ruangan isolasi. Saat ini ruangan sedang terisi untuk merawat pasien PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis). Adapun ruangan isolasi ini berlokasi di Ruang Cempaka. "Saat ini ruangan memang sedang terisi. Tetapi jika nanti dibutuhkan merawat pasien Super Flu, ruangan tentunya nanti akan disiapkan," ujarnya.
Menurutnya gejala Super Flu tidak seberat COVID-19 dan ditangani seperti pasien flu pada umumnya. Meski demikian gejala bisa memberat untuk pasien yang menderita penyakit kronis. "Kelompok rentan yang terinfeksi Super Flu adalah anak-anak, ibu hamil dan lansia serta yang orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah," katanya.
2. Belum ada surat edaran untuk penanganan pasien Super Flu

Diakui Bagus Juniada hingga saat ini belum ada surat edaran maupun petunjuk teknik khusus dari Dinas Kesehatan dalam hal penanganan pasien Super Flu. Meski demikian pihaknya tetap bersiap.
"Apabila nanti membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk pasien dengan gejala yang mencurigakan, kami juga sudah siap. Sekarang tinggal menunggu petunjuk teknis penanganannya. Belum kami terima," katanya.
3. Masyarakat diharapkan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat

Bagus Juniada berharap agar masyarakat tetap waspada. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci penting untuk menghindari dari infeksi Super Flu. Cuci tangan secara rutin serta memakai masker saat keluar rumah serta menjaga daya tahan tubuh.


















