Menlu Rusia Masuk RS di Bali, Disebut Cek Kesehatan

Menlu Rusia dalam keadaan sehat

Denpasar, IDN Times – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (72), dikabarkan masuk rumah sakit di Bali, Senin (14/11/2022), menjelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) yang akan berlangsung dua hari, Selasa (15/11/2022) dan Rabu (16/11/2022). Ada apa dengan Sergey Lavrov?

Baca Juga: Musyawarah Aliansi IPA di Unud Sempat Dilarang, Ini Faktanya

1. Lavrov diungkapkan melakukan pemeriksaan di RSUP Prof Ngoerah

Menlu Rusia Masuk RS di Bali, Disebut Cek KesehatanMenteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. (twitter.com/mfa_russia)

Dilansir Reuters, Sergey Lavrov mengalami penyakit jantung sehingga dibawa ke rumah sakit di Bali. Kondisi ini dibenarkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam keterangannya kepada Reuters, bahwa Lavrov sempat mengunjungi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah untuk melakukan pemeriksaan. Namun setelah itu, Lavrov dinyatakan dalam keadaan sehat dan langsung pergi.

2. RSUP Prof Ngoerah menyebutkan ada delegasi yang dirawat

Menlu Rusia Masuk RS di Bali, Disebut Cek KesehatanFoto hanya ilustrasi. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Sementara itu Kabag Humas RSUP Prof Ngoerah, I Ketut Dewa Kresna, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (14/11/2022), menyampaikan RSUP Prof Ngoerah menerima pasien yang merupakan delegasi asing. Namun untuk identitas dan penjelasan terkait sakit yang dideritanya tidak dijelaskan secara pasti.

“Memang ada delegasi yang masuk ke RS pukul 14.00 Wita. Tapi tidak tahu siapa. Gedungnya diblok pengamanan, penjagaan ketat,” terangnya.

3. Juru bicara Menlu Rusia menyebut Sergey Lavrov dalam kondisi sehat

Menlu Rusia Masuk RS di Bali, Disebut Cek KesehatanJuru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. (twitter.com/MFA Russia)

Sementara itu dilansir Reuters, Juru Bicara Menteri Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengunggah video Lavrov yang sedang duduk di luar teras mengenakan celana pendek dan t-shirt sambil membaca dokumen. Bahkan ia menyebut bahwa jurnalis barat telah menulis kebohongan terkait hal ini.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya