Tabanan, IDNTimes- Dua bulan terakhir terjadi kematian ternak babi di Tabanan. Salah satunya di Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti.
Perbekel Perean Kangin, I Ketut Astra, mengatakan, sebelum mati, babi menunjukkan gejala tidak normal seperti gemetar setelah makan, kehilangan nafsu makan hingga dua hari, kemudian mati mendadak. Penyebab kematian babi ini masih belum dipastikan penyakitnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan kemudian bergerak cepat untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada ternak babi. Antisipasinya, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan menerbitkan Surat Edaran Nomor: 524/7215/PKH/Distan tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyakit Menular pada Babi.
Upaya ini dilakukan meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman penyakit hewan menular seperti African Swine Fever (ASF) dan penyakit menular lainnya berpotensi menyerang ternak babi milik masyarakat.
