Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Muda Indonesia Antusias Kalau Soal Musik
Ilustrasi wanita mendengarkan musik di sofa (freepik.com/freepik)

Denpasar, IDN Times - Siapa yang tidak suka mendengarkan musik? Musik dapat menjadi bahasa ketika mulut tidak dapat berbicara. Bukankah begitu ungkapan yang kerap terdengar di kalangan masyarakat? Ajang-ajang pencarian bakat musik memang selalu menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Terutama bagi mereka yang memiliki bakat menyanyi dan ingin berkarier di dunia musik.

Dari ajang pencarian bakat yang diselenggarakan di Bali beberapa waktu lalu, terungkap bahwa masih banyak remaja yang sangat berminat dengan dunia musik.

1. Banyak anak muda yang tertarik mengikuti ajang pencarian bakat musik

Collabonation Talent Hunt (Dok.IDN Times/istimewa)

Belum lama ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3, menghadirkan Collabonation Talent Hunt, yaitu evolusi konsep Collabonation yang berjalan selama beberapa tahun terakhir. Ajang ini merupakan wujud dukungan terhadap perkembangan industri musik Tanah Air, dengan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia dalam menampilkan bakat bermusik.

Rangkaian audisinya telah diselenggarakan secara online dan offline di puluhan kota seluruh Indonesia sejak Agustus hingga Oktober 2024 lalu. EVP-Head of Circle Jxsava Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, mengatakan antusiasme generasi muda di area Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sangat luar biasa.

"Ratusan peserta telah dikurasi untuk audisi sejak bulan Agustus lalu. Audisi yang sedang dan akan diadakan di 12 kota ini menjadi ajang untuk lebih banyak anak muda menunjukkan bakat musik mereka," terangnya.

2. Remaja di Bali ikuti ajang musik untuk menambah pengalaman

ilustrasi anak belajar musik (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Di pulau Bali sendiri misalnya, antusiasme peserta yang berpartisipasi di Collaibonation Talent Hunt sangat tinggi. Itu terlihat dari audisi offline yang diikuti 32 peserta, baik kategori solo maupun band, di Pojok Sudirman. Para peserta yang tampil ini merupakan saringan dari audisi online sebelumnya. Final puncak audisinya saat Circle Java di Jogja National Museum pada 29 November 2024 mendatang.

Peserta asal Denpasar, Keisha (15), mengaku telah belajar bernyanyi dan bermain musik sejak kecil. Latihan tersebut memotivasinya untuk mengikuti ajang musik, dan secara kebetulan seleksi bakat musil Collabonation Talent Hunt 2024 menjadi langkah awal baginya. Ia memberanikan diri untuk mengikuti audisi tersebut lantaran baru pertama kali.

“Ini pertama kali aku audisi, aku nervous! Tapi ini pertama kali aku coba ikut audisi jadi untuk menambah pengalamanku juga,” ungkapnya.

3. Seleksi ajang musik di Bali sangat ketat

Ilustrasi lebih bahagia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seorang guru musik, Angel atau akrab disapa Miss Angel, mengaku telah menggeluti dunia musik lebih dari 10 tahun. Ia yang juga hadir sebagai dewan juri merasa kagum, sebab banyak remaja di Bali yang memiliki bakat menyanyi.

"Saya senang sekali karena Bali memiliki banyak penyanyi berbakat. Apalagi, kriteria penjurian dari IM3 sangat ketat. Di sini, kami tidak hanya mencari penyanyi dengan suara bagus, tetapi juga yang berkarakter, dengan banyak pertimbangan lain yang dinilai oleh juri,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article