Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alokasi Pupuk Subsidi di Tabanan Turun Hampir 50 Persen
Pupuk subsidi yang siap didistribusikan ke kios resmi. (dok. Pupuk Indonesia)

Tabanan, IDN Times - Petani di Kabupaten Tabanan selalu menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) setiap tahunnya untuk memperkirakan jumlah kebutuhan pupuk subsidi. Namun, pupuk subsidi yang dialokasikan untuk petani pada 2024 menurun drastis dibandingkan 2023 lalu.

Petani khawatir penurunan ini akan menyebabkan ketersediaan pupuk subdisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya hingga akhir 2024.

1. Kuota pupuk subsidi tahun 2024 di masing-masing kecamatan

Ilustrasi pupuk subsidi (dok. Pupuk Indonesia)

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Ni Nyoman Ria Wati, mengatakan alokasi pupuk subsidi tahun 2024 sudah keluar dari Pemerintah Pusat, begitu juga SK Bupati untuk jatah di masing-masing kecamatan. Total alokasi pupuk urea di Kabupaten Tabanan sebesar 5.207,14 ton; NPK 4.267,78 ton; dan NPK formula khusus 179,68 ton.

Berikut ini daftar alokasi pupuk bersubsidi tahun 2024 untuk masing-masing kecamatan di Kabupaten Tabanan:

Kecamatan Selemadeg Barat

  • Urea: 230,58 ton
  • NPK: 87,28 ton
  • NPK formula khusus: 160,81 ton

Kecamatan Selemadeg

  • Urea: 437,74 ton
  • NPK: 269,53 ton
  • NPK formuka khusus: 18,87 ton

Kecamatan Selemadeg Timur

  • Urea: 423,78 ton
  • NPK: 310,82 ton

Kecamatan Kerambitan

  • Urea: 723,50 ton
  • NPK: 457,38 ton

Kecamatan Tabanan

  • Urea: 648,72 ton
  • NPK: 358,44 ton

Kecamatan Kediri

  • Urea: 654,55 ton
  • NPK: 405,01 ton

Kecamatan Marga

  • Urea: 487,46 ton
  • NPK: 301,48 ton

Kecamatan Baturiti

  • Urea: 533,33 ton
  • NPK: 283,13 ton

Kecamatan Penebel

  • Urea: 914,43 ton
  • NPK: 565,40 ton

Kecamatan Pupuan

  • Urea: 153,02 ton
  • NPK: 1.229,28 ton.

2. Alokasi pupuk subsidi Tabanan tahun 2024 menurun 50 persen

ilustrasi berkebun (pexels.com/centre-for-ageing-better)

Alokasi pupuk subsidi tahun 2024 untuk Kabupaten Tabanan menurun sekitar 50 persen dibandingkan 2023 lalu. Berkurangnya penjatahan ini terjadi di semua jenis pupuk mulai urea, NPK hingga NPK formula khusus.

Menurut Ria Wati, secara rinci penurunan itu bisa dilihat dari alokasi pupuk subsidi urea pada 2023 lalu dijatah 9.653 ton, pupuk subsidi jenis NPK 8.394 ton, dan pupuk NPK formula khusus 353 ton. Sementara tahun 2024 ini, jenis pupuk subsidi urea hanya dialokasikan 5.207 ton, pupuk NPK 4.267 ton, dan NPK formula khusus 179 ton.

Sementara di satu sisi, penyerapan pupuk subsidi tahun 2023 hanya sekitar 63 persen dari alokasi yang diberikan. Yaitu pupuk urea dari alokasi 9.653 ton, hanya terserap sekitar 6.154 ton atau sekitar 63,75 persen. Alokasi NPK sebesar 8.394 ton hanya terserap 5.321 ton atau 63,4 persen. Serapan terendah terjadi pada pupuk NPK formula khusus, dari alokasi 353 ton hanya terserap 74,6 ton sekitar 21,07 persen.

3. Pemerintah turunkan standar dosis pupuk berimbang

Suasana persawahan di Bali. (IDN Times/Herka Yanis)

Ria Wati menjelaskan, tahun ini penurunan alokasi pupuk subsidi berlaku di seluruh Indonesia. Sehingga tidak hanya Kabupaten Tabanan saja yang menurun. Ria menilai, penurunan alokasi pupuk subdisi tahun 2024 ini karena pemerintah sedang menurunkan standar dosis penggunaan pupuk berimbang di tingkat petani.

Penurunan alokasi ini, juga berpotensi padatidak tercukupinya pupuk subsidi dalam memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten Tabanan hingga akhir tahun 2024.

”Mudah-mudahan nantinya pemerintah pusat bisa mengalokasikan penambahan lagi pupuk subsidi,” ujarnya, Selasa (9/1/2023).

4. Pupuk subsidi di Subak Asah Tegeh Pupuan terserap 100 persen

Suasana persawahan di Bali. (IDN Times/Herka Yanis)

Meski rata-rata penyerapan alokasi pupuk subsidi di Tabanan adalah 63 persen, namun Subak Asah Tegeh di Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan, penyerapannya mencapai 100 persen.

Pekaseh Subak Asah Tegeh, I Ketut Sudiastra, mengatakan sesuai dengan RDKK, Subak Asah Tegeh mencatat luas 70 hektare, di mana kebutuhan pupuk urea adalah 2 kuintal per hektare dan pupuk NPK sebanyak 3 kuintal per hektare. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan oleh petani lebih banyak, karena letak Subak Asah Tegeh ini jauh dari jalan utama.

"Harga pupuk subsidi itu Rp130 ribuan per 50 kilogram atau per sak. Sementara karena kami jauh dari jalan utama, sehingga perlu menyewa angkutan lebih kecil. Total biaya hingga sampai ke subak kami itu menjadi Rp150 ribu per sak," jelas Sudiastra.

Menurutnya, dengan pengurangan alokasi pupuk subsidi di tahun 2024, pihaknya khawatir kebutuhan pupuk di Subak Asah Tegeh juga akan berkurang.

"Berharapnya sih dapatnya sama yaitu 2 kuintal per hektare untuk urea dan 3 kuintal untuk NPK," harapnya.

Editorial Team

Related Article