Suasana persawahan di Bali. (IDN Times/Herka Yanis)
Meski rata-rata penyerapan alokasi pupuk subsidi di Tabanan adalah 63 persen, namun Subak Asah Tegeh di Desa Karya Sari, Kecamatan Pupuan, penyerapannya mencapai 100 persen.
Pekaseh Subak Asah Tegeh, I Ketut Sudiastra, mengatakan sesuai dengan RDKK, Subak Asah Tegeh mencatat luas 70 hektare, di mana kebutuhan pupuk urea adalah 2 kuintal per hektare dan pupuk NPK sebanyak 3 kuintal per hektare. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan oleh petani lebih banyak, karena letak Subak Asah Tegeh ini jauh dari jalan utama.
"Harga pupuk subsidi itu Rp130 ribuan per 50 kilogram atau per sak. Sementara karena kami jauh dari jalan utama, sehingga perlu menyewa angkutan lebih kecil. Total biaya hingga sampai ke subak kami itu menjadi Rp150 ribu per sak," jelas Sudiastra.
Menurutnya, dengan pengurangan alokasi pupuk subsidi di tahun 2024, pihaknya khawatir kebutuhan pupuk di Subak Asah Tegeh juga akan berkurang.
"Berharapnya sih dapatnya sama yaitu 2 kuintal per hektare untuk urea dan 3 kuintal untuk NPK," harapnya.