Ilustrasi pemangkasan pohon (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ekayana mengakui adanya keterbatasan alat tersebut mempengaruhi pemangkasan pohon di tengah kondisi angin kencang yang melanda beberapa hari ini. Meski demikian, dia berusaha agar DLH tetap memangkas pohon setiap hari.
"Hari ini, kami memangkas di daerah Penebel. Besok akan dilakukan lagi di tempat yang dirasakan rawan," jelas Ekayana.
Masyarakat pun ikut berpartisipasi memangkas pohon-pohon ini, bersama petugas terkait. Salah satunya di wilayah Kecamatan Selemadeg pada Kamis.
Warga bersama anggota Polsek Selemadeg, hingga camat memangkasi pohon yang ada di sepanjang ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Batulumbang Desa Antap Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan.
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Nyoman Sugianyar Ardika mengakui, kekhawatiran warga akan dampak cuaca buruk menjadi salah satu faktor pemangkasan pohon tersebut.
"Bertujuan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat pohon tumbang," kata dia.