12,51 Kilometer Pantai di Tabanan Mengalami Abrasi

Tabanan, IDN Times - Kabupaten Tabanan memiliki panjang pantai mencapai 30,17 kilometer, meliputi 12 desa pesisir yang membentang dari dari Timur (Pantai Nyanyi di Kecamatan Kediri) sampai ke Barat (Pantai Selabih di Kecamatan Selemadeg Barat).
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan dari total panjang tersebut, 12,51 kilometer pantai mengalami abrasi. Sedangkan 6,73 kilometer pantai sudah tertangani.
1. Penanganan abrasi dilakukan oleh Pemerintah Pusat

Kepala DLH Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, mengatakan penanganan abrasi di Tabanan dilakukan setiap tahun. Penanganan langsung dilakukan oleh Pmerintah Pusat melalui BWS (Balai Wilayah Sungai) Bali-Penida.
"Daerah memang tidak menganggarkan penanganan abrasi karena itu langsung kewenangan pusat," ujarnya, Senin (28/10/2024).
Meski demikian, DLH Tabanan rutin setiap tahunnya melakukan pencatatan pantai mana saja yang mengalami abrasi. Kemudian dibuatkan proposal untuk diajukan ke pihak BWS Bali-Penida.
2. Sepanjang 5,78 kilometer pantai yang abrasi belum tertangani

Ekayana melanjutkan dari total panjang pantai di Tabanan, sepanjang 12,51 kilometer mengalami abrasi. Dari angka tersebut, sepanjang 6,73 kilometer sudah tertangani dan tersisa 5,78 kilometer yang belum tertangani.
Untuk pantai yang mengalami abrasi dan belum tertangani ini, menurut Ekayana, pihaknya akan melakukan pengajuan perbaikan dengan membuat proposal ke pusat melalui BWS Bali-Penida.
"Tiap tahun kami akan mengajukan proposal. Untuk anggarannya itu lebih lengkap pihak BWS Bali-Penida yang mengetahuinya," kata Ekayana.
3. DLH melakukan penanaman mangrove dan pemeliharaan terumbu karang

DLH Tabanan telah melakukan sejumlah upaya lain untuk mengatasi abrasi. Menurut Ekayana, penanganan ini antara lain melaksanakan penanaman mangrove, meningkatkan pemeliharaan terumbu karang, melestarikan kawasan sempadan pantai dan sungai dengan bekerja sama dengan desa dinas, desa adat, dan pengelola objek wisata pantai.
"Langkah-langkah ini untuk mencegah abrasi semakin meluas. Kami juga meningkatkan masyarakat untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," katanya.
Menurut Ekayana, penyebab abrasi pantai di Tabanan disebabkan oleh faktor alam seperti pasang surut air laut, angin di atas lautan, gelombang laut, dan arus laut yang merusak.
"Dampak dari ini salah satunya menyusutnya garis pantai," paparnya.
![[QUIZ] Uji Pengetahuan Tebak Makna Simbol Dewi Saraswati](https://image.idntimes.com/post/20220830/inspirasi4-c7c8a956c08d5240d23a9803c984bd4e-368be3d4b386e227c928db93b011873b.jpg)

















