Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Perupa Bali Pamerkan Karya Siklus Lahir dan Mati di Sanur

7 Perupa Bali Pamerkan Karya Siklus Lahir dan Mati di Sanur
Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL (Dok.IDN Times/Artotel)
Share Article

Denpasar, IDN Times - Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL Sanur sejak 11 Desember 2024. Mereka adalah Agus Ramantha, Gusti Ngurah Eko B, I Gede Wira Dharma P, I Kadek Sutendra, I Kadek Ari Anggawan, I Wayan Hermawan (Rambo), dan Komang Suardiana. Pameran ini berlatar belakang cerita mengenai siklus lahir, hidup, dan mati yang dialami oleh setiap manusia serta makhluk hidup di muka bumi ini.

Masing-masing perupa ini memiliki keunikan dalam menyampaikan ekspresinya. Bahwa dalam proses menjalani hidup itu, tentu banyak hal yang bisa dirasakan, pun dialami oleh perupa. Hal besar maupun kecil dalam kehidupan ini akan membentuk rangkaian kisah dalam ingatan maupun perasaan masing-masing perupa. Sehingga pameran ini merupakan wadah bagi mereka untuk berkumpul dan berbagi cerita bersama.

1. Empat seniman menggunakan pendekatan karya realis

Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL (Dok.IDN Times/Artotel)
Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL (Dok.IDN Times/Artotel)

Simbolisme akan keadaan sehari-hari yang penuh perjuangan menjadi benang merah kekaryaan perupa dalam pameran Refined secara artistik dan estetik. Tajuk Refined juga membingkai keberagaman karya para perupa ini yang bergaya realisme. Sehingga menghasilkan lukisan tiga dimensional dan dekoratif lukisan dua dimensional.

Makna ini bisa dilihat dari karya Agus Ramantha, Gusti Ngurah Eko B, I Kadek Ari Anggawan, dan Komang Suardiana. Mereka menggunakan bentuk-bentuk objek realis menjadi simbolisme, daripada realita maupun dikreasikan secara surealisme. Dinamika kehidupan yang dicerminkan masing-masing perupa berbentuk tiga dimensional. Kamu diajak berkelana bersama objek-objek, elemen-elemen dan warna realis yang disuguhkan.

Karya yang dipamerkan ada beragam cerita dari perjuangan perempuan, memori masa kanak, perihal ekonomi, serta hubungan manusia dengan alam sampai yang spiritual. Pencahayaan pada kekaryaan mereka bagai memancarkan pantulan akan kehidupan kita sendiri juga, pancaran emosi yang ingin disampaikan oleh para perupa.

2. Tiga seniman menampilkan karya dekoratif

Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL (Dok.IDN Times/Artotel)
Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL (Dok.IDN Times/Artotel)

Sedangkan dari I Gede Wira Dharma P., I Kadek Sutendra dan I Wayan Hermawan “Rambo” menggunakan gaya yang cenderung dekoratif dengan pendekatan naif, serta mengadaptasi elemen-elemen lukis tradisi Bali seperti Wayang Kamasan. Menariknya, secara keseluruhan Gede Wira, Sutendra, dan Rambo, sangatlah bersifat dua dimensional, datar, namun tetap dinamis dan tidak statis.

Kekaryaan mereka juga mengajak berkelana akan peristiwa-peristiwa tertentu yang sudah disimbolisasikan dengan bentuk-bentuk tertentu. Seperti berwisata bersama keluarga bertemu binatang-binatang, tumbuhan dan binatang sebagai ekspresi perasaan, dan sifat manusia serta kesadarannya untuk lebih bijaksana.

3. Pameran karya seni diharapkan akan dinikmati tamu hotel dan pencinta seni kontemporer

Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL (Dok.IDN Times/Artotel)
Tujuh perupa Bali kompak memamerkan karyanya bertajuk Refined di ARTOTEL (Dok.IDN Times/Artotel)

Pameran ini dapat menjadi penyambung percakapan antara audiens yang saling mengenal maupun tidak mengenal. Mereka dapat berbagi tentang capaian-capaian artistik dan estetik yang memungkinkan. General Manager ARTOTEL Sanur, Agus Ade Surya Wirawan, mengatakan kekagumannya menyaksikan konsep yang terbentuk dari tujuh perupa Bali ini, dan benang merah yang menghubungkannya. Pihaknya berharap pameran seni ini bisa menjadi kenikmatan yang bisa dinikmati tamu hotelnya, dan semua kalangan pencita seni kontemporer Indonesia.

"Perupa Bali memiliki talenta luar biasa, dan menjadi wadah penyambung antara audiens pencinta seni. Karya seni yang diciptakan sudah pasti akan menambah suasana lobi dan ARTSpace ARTOTEL Sanur Bali menjadi memukau dan menarik perhatian dari para tamu yang baru saja tiba untuk melakukan check-in," ungkapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Irma Yudistirani
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia

Latest News Bali

See More

Jadwal Penyeberangan Pelabuhan Padang Bai-Lembar 27 Juni-6 Juli 2026

27 Jun 2026, 12:05 WIBNews