- Pasar Kumbasari
- Jembatan Pasar Bunga Wangaya
- DAM Kontrol BWS OP3 Wangaya
- Jembatan Wangaya Kampung Jawa
- Jembatan Jalan Hasanudin
- Jembatan Pekambingan.
6 Titik di Denpasar Akhirnya Terpasang Sirine Peringatan Dini Banjir

Denpasar, IDN Times - Pascabanjir bandang di Bali pada 10 September 2025 lalu, muncul banjir-banjir lainnya pada berbagai kawasan. Mulai dari pedesaan hingga kawasan perkotaan di Bali terdampak banjir dari bulan ke bulan. Sehingga, pencegahan banjir lewat early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini menjadi krusial.
Sebelumnya pada 14 Desember 2025, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Gede Teja, menyampaikan Bali belum memiliki sistem peringatan dini bencana banjir. Sementara, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Gunawan Suntoro, mengatakan sistem tersebut akan dibangun sekitar akhir 2026 atau 2027.
Sebulan kemudian pada 9 Januari 2025, BPBD Bali bersama sejumlah instansi menginisiasi pemasangan sistem peringatan banjir di enam titik lokasi. Berikut informasi selengkapnya.
Inovasi sistem peringatan dini dari BPBD Bali

Teja menyampaikan, pihak BPBD Bali mendukung pemasangan sistem peringatan dini bencana banjir dengan menyediakan inovasi teknologi. Sementara Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendukung dari sisi anggaran.
“Inovasi teknologi oleh BPBD Provinsi Bali, anggaran di-support oleh PLN,” ungkap Teja kepada IDN Times, Minggu (11/1/2026).
Ada juga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali sebagai fasilitator pemasangan alat tersebut. Berikut ini enam titik lokasi pemasangan sistem peringatan dini bencana banjir.
Perawatan alat dan FPRB Bali bersama desa setempat

Perawatan alat sistem peringatan bencana banjir menjadi hal krusial untuk memastikan sistem peringatan bekerja dengan tepat dan maksimal. Kata Teja, saat ini sistem perawatan dan pemeliharaan alat dilakukan oleh FPRB Bali bersama desa setempat.
“Ya (FPRB Bali) untuk sementara. Sudah disepakati dengan pengurus desa terkait,” imbuh Teja.
Cara kerja sistem peringatan dini bencana banjir

Teja mengungkapkan cara kerja sistem peringatan dini bencana banjir yang terpasang di enam titik lokasi termasuk sederhana. Peringatan hanya berasal dari pengeras suara.
Belum ada peringatan yang sampai ke gawai masing-masing warga sekitar. Ada tiga tahapan peringatan, sesuai dengan level ketinggian air.
“Pengeras suara saja. Teknologi sederhana. Bila sensor terendam, sirine berbunyi,” kata Teja.


















