3 Aspek Utama Pemkab Tabanan Turunkan Angka Kemiskinan

- Angka kemiskinan di Tabanan turun dari 23,46 ribu jiwa pada 2022 menjadi 21,42 ribu jiwa pada 2023.
- Pemkab Tabanan menganggarkan Rp136,12 miliar untuk menurunkan beban pengeluaran, mengurangi kantong kemiskinan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
- Dukungan CSR dan TJSP dari berbagai pihak juga berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan di Tabanan.
Tabanan, IDN Times - Angka kemiskinan 2023 di Tabanan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu kunci keberhasilan ini adalah strategi penanggulangan kemiskinan yang didukung oleh alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabanan.
Kepala Bappeda Tabanan, I Gede Urip Gunawan mengungkap, tahun 2023 tercatat sebanyak 21,42 ribu jiwa di Tabanan masih berada di bawah garis kemiskinan. Jumlah itu menurun dibandingkan data 2022, di mana angka kemiskinan sebanyak 23,46 ribu jiwa.
1. Tiga aspek utama strategi penurunan angka kemiskinan

Penurunan angka kemiskinan tersebut, menurut I Gede Urip Gunawan, merupakan buah kerja keras pemerintah daerah dan berbagai pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan kemiskinan, termasuk sinergitas yang baik antara eksekutif dan legislatif.
Ia melanjutkan strategi penanggulangan kemiskinan di Tabanan didukung oleh alokasi dana APBD Kabupaten Tabanan. Untuk tahun 2024, Pemkab menganggarkan Rp136,12 miliar yang difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu menurunkan beban pengeluaran, mengurangi kantong kemiskinan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
2. Pemkab Tabanan memberikan subsidi hingga memperbaiki infrastruktur

Pemkab Tabanan, kata Urip Gunawan, mengalokasikan Rp 126,56 miliar untuk berbagai program yang bertujuan meringankan beban masyarakat miskin, seperti bantuan sosial, subsidi kesehatan, dan pendidikan.
Untuk mengurangi kantong kemiskinan, Pemkab Tababan berfokus pada daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan mengalokasikan dana Rp 4,2 miliar. "Dana ini digunakan untuk memperbaiki infrastruktur desa tertinggal dan menyediakan akses lebih baik terhadap layanan dasar," ujar Urip Gunawan, Jumat (11/10/2024).
Sementara dalam meningkatkan pendapatan, Pemkab Tabanan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat miskin dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 5,35 miliar untuk program-program pelatihan keterampilan, pemberdayaan usaha mikro, dan akses permodalan.
3. Pemkab Tabanan juga didukung dana CSR

Urip Gunawan melanjutkan, selain dari APBD, Pemkab juga mendapatkan dukungan dari corporate social responsibility (CSR) dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) dari berbagai pihak. Beberapa program CSR yang turut berkontribusi dalam penanggulangan kemiskinan, antara lain DTW Ulun Danu Beratan dan DTW Tanah Lot masing-masing menyumbang Rp 10 juta dan Perumda Tirta Amertha Buana (PDAM) menyumbang Rp10 juta.
Selain itu, sejumlah lembaga perbankan juga ikut berkontribusi melalui program bedah rumah senilai Rp325 juta untuk delapan keluarga miskin ekstrem. Yayasan Relawan Bali juga menyalurkan bantuan ongkos tukang untuk bedah rumah sebesar Rp25 juta.
Menurut Urip program CSR ini juga mencakup pemasangan sambungan listrik bagi keluarga miskin ekstrem. Selain itu, bantuan berupa alat bantu kesehatan seperti kursi roda dan alat bantu dengar juga disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas, Kabupaten Tabanan optimis angka kemiskinan dapat terus ditekan di tahun-tahun mendatang. Kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Tabanan meningkat," tegas Urip Gunawan.

















