Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

21 Petugas KPPS Sakit selama Pemilu, Dua Orang Diantaranya Meninggal

Denpasar
21 Petugas KPPS Sakit selama Pemilu, Dua Orang Diantaranya Meninggal
Pemilu 2024 di Bali (IDN Times/Ayu Afria)

Denpasar, IDN Times - Selama masa pemilu berlangsung, kesibukan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Bali juga meningkat. Beberapa petugas itu kemudian jatuh sakit, bahkan hingga meninggal. 

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, I Gede John Darmawan mengungkap, selama pelaksanaan pemilu, 19 petugas KPPS sakit dan dua orang meninggal dunia. 

"Beberapa mereka sakit pada bulan Januari saat persiapan, dan lainnya pada saat pencoblosan dan penghitungan suara. Dua diantaranya dilaporkan meninggal dunia," kata dia, Senin (19/2/2024).

  1. 1. Dua korban meninggal berasal dari Jembrana dan Kabupaten Karangasem

    Dua petugas yang meninggal berasal dari Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Karangasem.

    Korban pertama adalah Sai’un Anam (58) yang meninggal dunia pada Selasa, 13 Februari lalu. Dia meninggal setelah pembuatan tempat pemungutan suara (TPS). Dia kemudian izin pergi mandi dan sembahyang karena dia akan lanjut jaga malam di TPS. 

    “Saat sembahyang di masjid (korban) tak sadarkan diri dan meninggal dunia,” terangnya.

    Korban kedua Ketut Tapa (55). Awalnya, dia didiagnosa mengalami maag, serta infeksi paru, dan otak. Ia dirawat di rumah sakit pada 17 Januari 2023 lalu,  kemudian pada 5 Februari 2024, kondisi perutnya semakin membesar, dan kemudian meninggal dunia.

  2. 2.Petugas sakit mulai pingsan, usus buntu, hingga tertabrak kendaraan

    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)
    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)

    John lebih lanjut menjelaskan, para petugas yang sakit di sejumlah wilayah di Bali. Pada Kamis, 15 Februari lalu, di Kota Denpasar dilaporkan terdapat 2 petugas KKPS sakit, yakni Danuary Rijkaard (34) dan Made Tama (59). 

    Danuary sakit saat perhitungan suara berlangsung, sedangkan Tama tertabrak saat membawa kotak suara dari PPS ke PPK. Yang bersangkutan masih mengalami luka-luka, dan kondisi kakinya bengkak.

    Di Kabupaten Badung saat pencoblosan berlangsung pada 14 Februari 2024, ada empat petugas perempuan KPPS yang sakit. Mereka adalah Vera Rismayanti (24) mengalami sakit usus buntu; Febry Prima Putri (41) mengalami kenaikan asam lambung; Ni Kadek Hening Sisi (27) mengalami pingsan; dan Ni Kadek Ines Yuliana (30) juga mengalami pingsan.

    “Untuk biaya keempatnya sudah ditanggung oleh KIS,” kata John.

  3. 3.Di Kabupaten Tabanan, ada KPPS yang terkena stroke ringan

    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)
    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)

    Selanjutnya di Kabupaten Tabanan tercatat 2 petugas  bernama Wayan Budiasa (49), dan Nyoman Sueca (45) jatuh sakit pada saat pencoblosan berlangsung. Budiasa mengalami gejala stroke ringan, sedangkan Sueca mengalami demam dan harus opname.

    Di Kabupaten Jembrana sebanyak 3 petugas KPPS dilaporkan sakit. Diantaranya Nonik Setyowati (29) mengalami demam berdarah, Aziz Rofikin (29) mengalami sesak napas.

  4. 4.Petugas di Kabupaten Karangasem ada yang kecelakaan

    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)
    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)

    Seorang perempuan petugas KPPS di Kabupaten Bangli yang bernama Ni Luh Kusuma Devi (29) sakit pada saat pencoblosan berlangsung. Ia didiagnosa mengalami infeksi usus, dan empedu. Serta harus menjalani perawatan di rumah sakit.

    Tiga petugas KPPS di Kabupaten Karangasem juga mengalami sakit. Made Sutarja (36) mengalami kecelakaan pada 3 Januari 2024 lalu saat hendak berkoordinasi terkait input data KPPS di Siakba, Amlapura- Singaraja. Kecelakaan ini dikarenakan melewati jalan berpasir, dan jalan berlubang hingga tangannya patah.

    Sedangkan Komang Adi Gunawan (29) yang merupakan anggota PPS Padang Bai mengalami kecelakaan saat membeli bantalan cap untuk memfasilitasi pemilih. Dia kecelakaan diduga kelelahan menjaga logistik dan mengantuk. Ia harus dioperasi karena salah satu giginya masuk ke dalam gusi, sementara gigi yang lain patah.

  5. 5.Sakit karena gigitan anjing, hingga diseruduk truk saat akan berangkat kerja

    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)
    Foto kunjungan KPU Provinsi Bali ke lokasi anggota KPPS yang sakit (Dok.IDN Times/istimewa)

    Dua petugas KPPS di Kabupaten Klungkung juga mengalami sakit saat hari pencoblosan berlangsung, yakni Komang Indrawan (30) pingsan saat bertugas di TPS 001. Setelah dibawa ke rumah sakit, yang bersangkutan disebut kelelahan dan harus dirawat inap.

    Sedangkan Ni Luh Made Novita (24) mengalami sakit lambung dan sudah dibawa ke bidan terdekat.

    Di Kabupaten Gianyar sendiri tercatat 4 petugas KPPS mengalami sakit. Ni Kadek Ayu (35) tertabrak mobil pikap yang melaju di jalan dekat SD Negeri 4 Saba. Saat itu ia hendak mengikuti kegiatan bimbingan teknis KPPS pada 28 Januari 2024.

    Komang Mila Anggreni (23) mendapatkan gigitan anjing pada 10 Februari 2024 saat ia sedang mengantarkan Formulir C kepada masyarakat di Desa Saba. Saat itu, seekor anjing keluar dari semak-semak, dan menggigit kakinya.

    Gusti Ngurah Gde (36) mengalami sesak napas pada saat pencoblosan berlangsung. Dan Putu Ryanta (25) mengalami kecelakaan di Jalan Bypass Ngurah-Rai.

    Saat itu setelah selesai melakukan perhitungan suara di TPS ia bermaksud berangkat kerja di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Namun kemudian mengalami kecelakaan setelah kendaraannya diseruduk truk.

Share Article

Related Articles

See More