Denpasar, IDN Times - Sebanyak 20 orang jemaah asal Bali yang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi terjadwal kembali ke Indonesia pada Rabu mendatang, 4 Maret 2026. Ketua Tim Kerja Pelayanan Haji Reguler Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Muh Nasihuddin, menjelaskan kembalinya jemaah asal Bali ke Tanah Air tidak mengalami kendala.
“Hasil konfirmasi kami dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah, ada 20 jemaah PT Tara Tour yang masih di Arab Saudi dan diagendakan pulang ke Bali pada Rabu 4 Maret 2026,” ungkap Nasihuddin kepada IDN Times, Senin (2/3/2026).
Mereka telah berangkat ibadah umrah sejak 20 Februari 2026. Selama menjalankan umrah ini didampingi seorang petugas pembimbing ibadah.
“Karena menggunakan Saudia Airlines, Insyaallah tidak terhalang untuk balik ke Indonesia karena status flight (penerbangannya) direct (langsung),” jelasnya.
Dari 20 orang jemaah, masing-masing enam orang adalah perempuan, dan 14 jemaah laki-laki. Usia maksimum jemaah yakni 68 tahun. Nasihuddin mengungkapkan, saat ini para jemaah sedang berada di Makkah. Rencananya, jemaah akan kembali melewati Jeddah.
Sebelumnya, penerbangan internasional dengan rute penerbangan ke negara-negara Timur Tengah terganggu akibat perang Israel dengan bantuan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran. Selain Iran, ada negara lainnya yang mengalami gangguan penerbangan seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Kata Nasihuddin, para jemaah asal Bali akan berangkat dengan rute di Selatan Arab Saudi. Rute Selatan ini tidak mengalami masalah penerbangan baik ke Arab Saudi maupun sebaliknya.
