Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

1.394 Prajurit Tamtama Lulus Pendidikan Kemiliteran di Singaraja

Kodam IX Udayana
Penutupan pendidikan kemiliteran di Secata Singaraja. (Dok. istimewa)
Intinya sih...
  • Indonesia fokus mengembangkan satuan prajurit muda
    • Pendidikan intensif selama dua bulan menempa prajurit menjadi sosok tangguh, profesional, dan berkarakter
    • Pendekatan ini merupakan bagian dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat
    • Keberadaan prajurit TNI mempercepat penanganan bencana di wilayah
      • Batalyon Teritorial Pembangunan efektif dalam mendukung penanggulangan bencana alam
      • Prajurit diminta menjadikan ilmu pengetahuan dan kemampuan teknik sebagai modal dasar pengabdian
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buleleng, IDN Times - Sebanyak 1.394 prajurit selesai mengikuti Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025 yang telah berlangsung selama lebih kurang dua bulan. Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi secara resmi menutup pendidikan tersebut di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Jalan Surapati, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, pada Rabu (4/2/2026).

Selaku Inspektur Upacara, Brigjen TNI Taufiq Hanafi membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang menyampaikan ucapan selamat kepada 21.885 mantan siswa secara nasional. Mereka dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan dan resmi dilantik sebagai Prajurit Dua (Prada) TNI Angkatan Darat.

1. Indonesia fokus mengembangkan satuan prajurit muda

Kodam IX Udayana
Penutupan pendidikan kemiliteran di Secata Singaraja. (Dok. istimewa)

Dalam sambutan yang dibacakan tersebut, Kasad menyebut keberhasilan pendidikan kemiliteran tersebut merupakan buah dari kegigihan, disiplin, dan kerja keras para prajurit. Selain itu juga tidak terlepas dari dukungan dan doa restu orangtua serta keluarga mereka. Pendidikan intensif yang dilaksanakan selama dua bulan dengan pembinaan fisik dan mental telah menempa para prajurit menjadi sosok tangguh, profesional, dan berkarakter, berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Lebih lanjut, penyelenggaraan pendidikan ini merupakan bagian integral dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat, yang dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan satuan-satuan baru di seluruh wilayah Indonesia. Di tengah dinamika dan kompleksitas tantangan tugas ke depan, kehadiran generasi prajurit muda ini diharapkan mampu mendukung tugas operasi pertempuran, sekaligus menjadi motor penggerak inovasi dalam pemberdayaan potensi masyarakat.

2. Keberadaan prajurit TNI mempercepat penanganan bencana di wilayah

Kodam IX Udayana
Penutupan pendidikan kemiliteran di Secata Singaraja. (Dok. istimewa)

Kasad juga menekankan bahwa peran prajurit dalam Batalyon Teritorial Pembangunan telah terbukti efektif dalam mendukung percepatan penanggulangan serta pemulihan bencana alam di berbagai daerah. Oleh karena itu, para prajurit diminta menjadikan ilmu pengetahuan, kemampuan teknik, dan taktik militer yang telah diperoleh sebagai modal dasar pengabdian, dalam rangka membentuk jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.

Sebagai pedoman awal pengabdian, agar prajurit menjadikan setiap tantangan tugas sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri, dengan terus mengasah naluri militer, mengoptimalkan potensi, serta berkarya nyata bagi satuan, masyarakat, dan negara, sembari membangun ketangguhan mental dan karakter prajurit sejati.

3. Pendidikan dasar menjadi modal pada prajurit TNI AD

Kodam IX Udayana
Penutupan pendidikan kemiliteran di Secata Singaraja. (Dok. istimewa)

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, menyampaikan penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 merupakan wujud komitmen TNI AD dalam mencetak prajurit yang siap operasional, berdisiplin tinggi, dan berkarakter kebangsaan. Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan unjuk kemampuan para prajurit muda, meliputi defile, bongkar pasang senjata, kolone senapan, simulasi halang rintang, perkelahian sangkur, bela diri taktis, serta atraksi mountaineering.

“Melalui pendidikan dasar yang terukur dan berkesinambungan, para prajurit telah dibekali kemampuan fisik, mental, serta nilai-nilai keprajuritan yang menjadi fondasi utama dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD, baik dalam operasi militer maupun tugas perbantuan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Bali

See More

Pemotor di Tabanan Meninggal Masuk Kolong Truk yang Parkir Sembarangan

04 Feb 2026, 17:41 WIBNews