Bali Punya 23 Jenis Yoga Kuno Tapi Belum Dimaksimalkan

Denpasar, IDN Times - Menarik, Bali ternyata memiliki Yoga Bali Kuno yang berasal dari kawasan Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan. Hal itu disampaikan oleh Dosen Jurusan Yoga Kesehatan Universitas Hindu Negeri (UHN), I Gusti Bagus Sugriwa dan Ni Kadek Surpi, bahwa tercatat ada 23 jenis Yoga Bali Kuno yang masih diperjuangkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sebelum dikembangkan sebagai tuan rumah yoga di Bali.
Akhir 2024 lalu, sebanyak 6 HAKI Yoga Bali Kuno telah dikeluarkan setelah diperjuangkan selama empat tahun. Sisanya akan digarap secara bertahap.
"Kita punya yoga autentik Bali. Ini dari abad sebelum Masehi, itu sudah ada di Bali, dan ini yoga terlengkap di dunia. Cuma belum kami kembangkan," terangnya.
1. Penekun Yoga Bali Kuno masih sangat sedikit

Ni Kadek Surpi mengatakan l, pihaknya bersama tim telah melakukan riset sebagai langkah pengembangan Yoga Bali Kuno serta menjaga keautentikannya. Mengingat Yoga Bali Kuno memiliki spesifikasi sendiri bagi orang tua hingga anak-anak. Penekun Yoga Bali Kuno ini juga disebutnya masih sangat sedikit, sekitar 300 orang yang tersebar di seluruh wilayah Bali.
"Kami memang perlu bantuan pemerintah. Ini tradisi Gunung Batukaru. Kami menunggu dari pemerintah, mau gak sedikit bantu," ungkapnya.
2. Potensi kapital wisata healing di Bali

Ia berpendapat, Bali seharusnya mampu menggarap potensi wisata healing yang saat ini malah banyak ditekuni oleh orang luar. Sementara dalam sejarahnya, yoga bukan berasal dari Amerika dan negara lainnya, melainkan India dan Bali itu sendiri.
Ia menilai ini sebagai kecolongan besar, oleh karenanya pengembangan Yoga Bali Kuno harus dilakukan dengan sangat berhati-hati agar tidak diklaim oleh orang-orang barat.
"Bali harusnya dibangun sebagai pariwisata pilgrim, pariwisata healing. Jadi kita gabungkan antara yoga, melukat, dan konteks local culture kita. Ini adalah ceruk bisnis yang besar," jelasnya.
3. Temuan ketimpangan gaji guru yoga lokal dan WNA di Bali

Pihaknya juga melakukan riset kebijakan sejak 2024 terkait dengan bagaimana Yoga Bali Kuno akan dikembangkan sebagai tuan rumahnya yoga di Bali. Dalam pelaksanaan riset tersebut kemudian menemukan fakta banyaknya guru yoga di Bali yang berkewarganegaraan asing, dan sebagian besar menggunakan visa turis.
Selain itu, nominal gaji mereka lebih besar dibandingkan guru yoga lokal. Misalnya saja satu kali kelas immersion bisa mencapai Rp60 juta.
"Guru yoga lokal kita, mereka dibayar dengan murah. Ini sedih sekali. Timpangnya besar sekali. Saya bahkan menginginkan Bali memiliki regulasi sendiri tentang yoga," terangnya.



















