Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 13 April 2025

Hari Baik Menurut Hindu Bali 13 April 2025
Ilustrasi Beramal. (IDN Times/Aditya Pratama)

Bagaimana ramalan hari baik pada Minggu, 13 Maret 2025? Buat kamu yang ingin beramal, ini adalah waktu yang tepat karena ada hari baik rekatadala ayudana. Rekatadala ayudana artinya hari yang baik untuk melakukan dana punia atau beramal.

Hari rekatadala ayudana juga baik untuk menanam tanaman yang beruas atau berbuku. Tanaman ini misalnya tebu dan bambu. Penasaran ramalan hari baik lainnya seperti apa? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

1. Tidak baik melangsungkan upacara pernikahan

ilustrasi mahar pernikahan (pexels.com/mai)
ilustrasi mahar pernikahan (pexels.com/mai)

Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah. Gagak anungsang pati adalah hari yang tidak baik melakukan upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa. 

2. Baik memelihara ternak

ilustrasi ternak ayam petelur (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi ternak ayam petelur (pexels.com/cottonbro studio)

Kala upa adalah hari baik untuk memulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan). Pepedan artinya baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. 

Kala pati merupakan hari baik untuk membuat jerat dan memasangnya, pembuat pengrusak. Namun, tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya.

3. Baik membentuk organisasi

Ilustrasi organisasi mahasiswa (unsplash.com/Annie Spratt)
Ilustrasi organisasi mahasiswa (unsplash.com/Annie Spratt)

Semut sedulur adalah hari baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, membentuk organisasi atau perkumpulan. Namun, tidak baik mengubur atau membakar mayat. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Sadayatana.

Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya). 

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Makna Tradisi Memukul Kentongan Sebelum Nyepi di Bali

18 Mar 2026, 10:10 WIBNews