Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pesan Haru Diego Campos, Harus Tinggalkan Bali United Akibat Cedera
Diego Campos usai mencetak gol debutnya bersama Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc)
  • Diego Campos resmi berpisah dengan Bali United setelah mengalami cedera ACL serius saat melawan PSM Makassar, yang memaksanya menjalani operasi dan menghentikan musimnya lebih awal.
  • Selama masa pemulihan, Diego mendapat dukungan penuh dari keluarga dan keyakinannya kepada Tuhan, yang menjadi sumber kekuatan utama melewati proses rehabilitasi panjang.
  • Keputusan perpisahan dengan Bali United diambil secara bersama, dan Diego menyampaikan rasa sedih sekaligus terima kasih kepada suporter atas dukungan selama kariernya di Pulau Dewata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 April 2026

Diego Campos mengalami cedera ACL saat menghadapi PSM Makassar. Cedera ini menjadi titik terberat dalam kariernya bersama Bali United.

9 Mei 2026

Diego menjalani operasi rekonstruksi ACL yang berlangsung lancar. Setelah itu ia mulai fokus pada proses rehabilitasi untuk pemulihan.

9 Juni 2026

Melalui unggahan di media sosial, Diego menulis pesan haru tentang perjuangannya melawan cedera dan perpisahannya dengan Bali United.

kini

Diego tengah menjalani masa rehabilitasi dan menyerahkan masa depan kariernya kepada Tuhan setelah resmi berpisah dari Bali United.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Diego Campos resmi meninggalkan Bali United setelah mengalami cedera lutut serius yang memaksanya menjalani operasi dan menghentikan musimnya lebih awal.
  • Who?
    Diego Campos, pemain sepak bola asal Kosta Rika berusia 30 tahun, bersama manajemen Bali United yang dipimpin CEO Yabes Tanuri.
  • Where?
    Kejadian terkait berlangsung di Gianyar, Bali, termasuk saat pertandingan melawan PSM Makassar serta proses pemulihan yang dijalani Diego.
  • When?
    Cedera terjadi pada 27 April 2026, operasi dilakukan 9 Mei 2026, dan pernyataan perpisahan disampaikan pada Selasa, 9 Juni 2026.
  • Why?
    Pisahnya Diego dari Bali United terjadi karena cedera ACL parah yang membuatnya tidak dapat melanjutkan kompetisi dan kontrak disepakati untuk diakhiri lebih cepat.
  • How?
    Setelah menjalani operasi rekonstruksi ACL dengan sukses, Diego fokus pada rehabilitasi sambil menerima keputusan klub untuk berpisah secara baik-baik dan menyampaikan pesan perpisahan melalui media sosial.
  • What?
    Diego Campos resmi berpisah dengan Bali United setelah mengalami cedera lutut serius yang memaksanya menjalani operasi dan menghentikan musimnya lebih awal.
  • Who?
    Diego Campos, pemain sepak bola asal Kosta Rika berusia 30 tahun, bersama manajemen Bali United yang dipimpin CEO Yabes Tanuri.
  • Where?
    Kejadian terkait berlangsung di Gianyar, Bali, termasuk saat pertandingan melawan PSM Makassar dan proses pemulihan pascaoperasi.
  • When?
    Cedera terjadi pada 27 April 2026, operasi dilakukan pada 9 Mei 2026, dan pernyataan perpisahan disampaikan pada Selasa, 9 Juni 2026.
  • Why?
    Pemutusan kerja sama dilakukan karena kondisi cedera ACL membuat Diego tidak dapat melanjutkan kompetisi bersama Bali United untuk musim berikutnya.
  • How?
    Setelah menjalani operasi rekonstruksi ACL dengan hasil baik, Diego kini fokus menjalani rehabilitasi sambil menerima keputusan klub dan dukungan keluarga serta suporter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Diego pemain bola dari Kosta Rika. Dia main di Bali United tapi lututnya sakit waktu lawan PSM Makassar. Dia harus operasi dan tidak bisa main lagi sekarang. Diego sedih karena harus pergi dari timnya, tapi dia mau sembuh dan latihan lagi. Keluarganya dan Tuhan bantu dia supaya kuat terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski harus meninggalkan Bali United karena cedera, kisah Diego Campos memancarkan semangat keteguhan dan rasa syukur. Operasi yang berjalan lancar serta dukungan kuat dari keluarga menunjukkan kekuatan mentalnya dalam menghadapi masa sulit. Ucapan terima kasih dan kepercayaannya pada rencana Tuhan mencerminkan kedewasaan serta optimisme yang tetap hidup di tengah cobaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gianyar, IDN Times Bali – Kepergian Diego Campos dari Bali United menyisakan cerita emosional. Tak lama setelah resmi berpisah dengan Serdadu Tridatu, pemain asal Kosta Rika itu mengunggah curahan hati yang menyentuh terkait cedera parah yang mengubah perjalanan kariernya di Pulau Dewata.

Melalui akun media sosial pribadinya, Diego mengaku membutuhkan waktu untuk bisa menerima situasi yang dialaminya. Cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) yang didapat saat menghadapi PSM Makassar pada 27 April 2026 menjadi titik yang paling berat dalam hidupnya.

“Beberapa minggu terakhir menjadi masa yang sangat sulit. Saya tidak mengerti mengapa ini harus terjadi ketika semuanya sedang berjalan begitu baik,” tulis Diego dalam unggahannya, Selasa (9/6/2026).

1. Cedera saat performa sedang menanjak

Sebelum cedera menghentikan langkahnya, Diego tampil cukup impresif bersama Bali United. Dalam 12 pertandingan, pemain berusia 30 tahun itu mencatatkan empat gol dan tiga assist.

Performa tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain yang mulai menemukan ritme permainan terbaiknya. Namun, harapan untuk menutup musim dengan manis harus pupus setelah cedera lutut serius memaksanya naik ke meja operasi.

Diego mengungkapkan operasi rekonstruksi ACL telah dijalaninya pada 9 Mei lalu dan berlangsung lancar. Kini fokusnya adalah menjalani rehabilitasi agar bisa segera kembali ke lapangan hijau.

“Hari ini saya bisa mengatakan bahwa saya sudah selangkah lebih dekat untuk kembali bermain,” tulisnya.

2. Keluarga jadi sumber kekuatan

Diego Campos (putih) dihadang pemain Arema FC (biru). (Instagram.com/baliunitedfc)

Dalam masa pemulihan, Diego mengaku mendapat dukungan besar dari orang-orang terdekat. Istri, anak, keluarga, serta keyakinannya kepada Tuhan menjadi kekuatan utama untuk melewati masa sulit tersebut.

Menurutnya, kehadiran mereka membuat mentalnya tetap terjaga di tengah proses rehabilitasi yang panjang dan penuh tantangan.

“Saya sangat bersyukur memiliki sistem pendukung yang luar biasa. Tuhan, istri, anak saya, dan keluarga memberikan kekuatan untuk terus melangkah,” ungkapnya.

3. Sedih saat harus tinggalkan Bali United

Di tengah perjuangannya memulihkan cedera, Diego juga harus menerima kenyataan bahwa kebersamaannya dengan Bali United berakhir lebih cepat. Manajemen klub dan pemain sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama pada musim depan.

Keputusan itu diumumkan langsung CEO Bali United, Yabes Tanuri, yang menyebut perpisahan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama.

Bagi Diego, meninggalkan Bali United dalam kondisi cedera menjadi hal yang paling menyakitkan. Ia mengaku sebenarnya ingin memainkan lebih banyak pertandingan dan merayakan lebih banyak gol bersama para pendukung Serdadu Tridatu.

“Saya sangat sedih harus mengakhiri perjalanan di Bali dengan cara seperti ini. Saya berharap bisa bermain lebih banyak pertandingan dan merayakan lebih banyak gol bersama kalian,” tulisnya.

Di akhir pesannya, Diego menyampaikan terima kasih kepada suporter Bali United yang terus memberikan dukungan selama dirinya berada di Bali. Ia juga memilih menyerahkan masa depan karier sepak bolanya kepada Tuhan.

“Saya menyerahkan semuanya ke tangan Tuhan karena saya percaya rencana-Nya jauh lebih besar daripada rencana saya,” tutup Diego.

Editorial Team

Related Article