TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

150 Pendekar Kungfu Muda di Bali Unjuk Aksi di Kejurda AKTI

Mereka bersiap-siap untuk FORNAS Palembang 2022

Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

Penulis: Community Writer, Ari Budiadnyana

Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Provinsi Bali mengadakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 23 Januari 2022 kemarin. Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022 ini dilaksanakan di Mall Park23 Jalan Kediri, Tuban, Kabupaten Badung.

Kejuaraan ini diikuti oleh ratusan atlet kungfu muda yang berasal dari sasana-sasana kungfu di bawah naungan AKTI Provinsi Bali.

Baca Juga: Sosok Badengwati, Juara Dunia Pencak Silat dari Bali yang Terlupakan

Baca Juga: 10 Potret Terbaru Putu Sutha, Jawara AFI 3 yang Hobi Main Golf

1. Kejuaraan dibuka oleh Ketua KORMI Bali

AA Ngurah Oka Ratmadi membuka Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

AKTI termasuk cabang olahraga yang bernaung di bawah Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Karena itu, Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022 turut dihadiri oleh Ketua KORMI Bali, AA Ngurah Oka Ratmadi.

Dalam kesempatan itu, Ngurah Oka mengajak seluruh peserta agar rajin berolahraga supaya tubuh tetap sehat, dan juga selalu menaati protokol kesehatan selama pandemik COVID-19 ini.

"Olahraga harus dilaksanakan dengan gembira untuk memberikan manfaat yang lebih baik," ungkap Sesepuh Puri Satria Denpasar ini sembari mengajak peserta dan undangan untuk menyebutkan yel-yel KORMI 'Sehat, bugar, gembira, luar biasa' secara bersama-sama.

Selain Ketua KORMI Bali, pembukaan Kejurda ini juga dihadiri oleh Sudiro sebagai Wakil Ketua II KORMI Bali, Bagus Yasa sebagai Ketua ATNI Bali, Candra Diah sebagai Ketua ADYTI Bali, dan Kiki serta Intan sebagai perwakilan dari STI Bali.

Baca Juga: 5 Fakta Pemain Baru Bali United, Ada irfan Jaya

2. Pelantikan lima pengurus AKTI kabupaten/kota di Bali

Pelantikan pengurus kabupaten/kota Akti Provinsi Bali. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

Dalam Kerjuda Akti Bali 2022 tersebut ada pelantikan lima Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot) AKTI Provinsi Bali. Lima pengurus yang dilantik antara lain Pengkot Denpasar, Pengkab Badung, Pengkab Tabanan, Pengkab Buleleng, dan Pengkab Tabanan.

Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua AKTI Provinsi Bali, I Putu Karpiana, dan disaksikan oleh Ketua KORMI Bali sebagai induk organisasi.

"Semoga rekan-rekan pengurus yang baru bisa lebih mempopulerkan lagi olahraga kungfu tradisional di Bali," kata I Putu Karpiana.

3. Kerjuda AKTI Bali 2022 sebagai ajang persiapan FORNAS VI Palembang 2022

Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

Menurut Ketua Pelaksana Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022, Budiarto, ajang Kejurda ini sebagai ajang persiapan Festival Olahraga Nasional (FORNAS) VI di Palembang tahun 2022.

"Ajang ini untuk menyaring atlet-atlet muda berbakat yang nantinya bisa ditampilkan dalam ajang FORNAS VI di Palembang," ungkap Budiarto.

FORNAS adalah ajang multievent tingkat nasional yang diadakan oleh KORMI Nasional. Ajang ini mirip dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diadakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

4. Kejurda diikuti oleh 150 atlet dengan 28 nomor pertandingan

Kejurda AKTI Provinsi Bali 2022. (Dok. Pribadi/Ari Budiadnyana)

Pertandingan kungfu tradisional ini menggunakan dua lapangan. Total 150 atlet muda putra-putri turun dalam 28 nomor pertandingan tangan kosong dan senjata. Mereka menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah lapangan pertandingan.

Menurut Karpiana, yang juga duduk sebagai juri pertandingan, mengatakan para peserta begitu bersemangat karena didukung oleh para pendukung yang selalu meneriakkan yel-yel untuk mendukung para atlet.

"Mungkin Kejurda ini seperti melepas dahaga, karena sudah hampir dua tahun tidak pernah ada lagi pertandingan secara tatap muka langsung. Walaupun diadakan secara tatap muka, setiap peserta dan pendukung atlet diwajibkan mematuhi protokol kesehatan," jelasnya.

Atlet kungfu dari Sasana Sinar Naga yang ditemui di lokasi, Putu Ayu Tirtawati, mengaku kegembiraannya bisa mengikuti Kejurda ini.

"Kejurda AKTI ini adalah kejuaraan tatap muka pertama yang saya ikuti selama masa pandemik ini. Suasananya sangat jauh beda dengan kejuaraan virtual, dan cukup membuat grogi saat tampil langsung di hadapan dewan juri dan penonton," ungkap atlet kungfu junior yang berhasil memperoleh medali emas dalam nomor tangan kosong perguruan ini.

Dalam Kejurda kali ini terdapat beberapa atlet yang masih duduk di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK). Atlet-atlet cilik ini begitu lincah memainkan jurus tangan kosong perguruan.

Orangtua atlet yang anaknya masih duduk di TK A, Astri Dwiatmi, mengikutkan buah hatinya bukan untuk mendapatkan juara. Melainkan lebih untuk mengasah mental anaknya, sekaligus membuktikan bahwa untuk belajar seni bela diri kungfu tradisional sudah bisa diajarkan sejak dini.

Berita Terkini Lainnya